Pesona Ta’aruf dan Orientasi Santri PKU Darul Falah Be-Songo

Ta’aruf merupakan kegiatan bersilaturahmi, kalau pada masa kini kita bilang berkenalan bertatap muka. Kebiasaan ta’aruf (kenalan) dan orientasi bagi mahasiswa baru sepertinya sudah mengakar di setiap awal tahun ajaran baru. Tidak pandang ia di level kampus, sekolah maupun pesantren. Setidaknya demikian, seperti yang diselenggarakan Pondok Pesantren Darul Falah Be-Songo, Minggu (22/9), di ruang madrasah Perumahan Bang Niaga Ngaliyan semarang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengenalan terhadap santri PKU mengenai Ponpes DAFA Be-Songo

Adapun jumlah peserta dalam acara itu adalah 20 santri putra dan 3 santri putri dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka merupakan mahasiswa program khusus Pendidikan Kader Ulama’ (PKU) dari MUI yang akan meneruskan perjuangan-perjuangan para ulama’ di masa mendatang. Beberapa materi yang mereka ikuti diantaranya adalah kepesantrenan, kelembangaan di pesantren , Motivasi, dan ditutup dengan kuliah perdana. Dalam tausiahnya, KH. Ahmad Basyir selaku pendiri pondok pesantren DAFA (Darul Falah)  mengutarakan bahwa “الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ” ulama’ itu pewarisnya para nabi, ulama’ sekarang semakin langka dan semakin banyak orang-orang nakal yang mengaku-ngaku sebagai ulama’. Oleh karena itu untuk menjaga apa  yang dibawa oleh ulama’-ulama’ terdahulu, kita yang hidup di masa sekarang harus tetap mengikuti ajaran Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.

K.H Imam Taufiq selaku pengasuh ponpes DAFA be-songo bersama istrinya Hj. Arikhah mengucapkan selamat datang di Ma’had Walisongo kepada santri Program Khusus Penndidikan Kader Ulama’. Beliau juga menyampaikan sejarah ponpes Darul Falah serta makna dari lambang Be-Songo sendiri yang di dalamnya terdapat Rukun Islam, bintang Sembilan yang melambangkan Walisongo, tangan yang melambangkan saat berdo’a, warna merah dan tali yang melambangkan silaturahmi dan persaudaraan, serta lingkaran yang melambangkan kebersamaan.

Baca juga :  Devisi Pendidikan Pesantren Be-Songo Gelar Bedah Buku “ISLAM NUSANTARA”

K.H Imam Taufiq menyampaikan mengenai program-program yang sudah berjalan  di ponpes Darul Falah be-songo, beliau juga menawarkan beberapa program untuk santri PKU (Pendidikan Kader Ulama’) seperti seminar yang menghadirkan tokoh-tokoh besar ulama’, pembuatan risalah mengenai ulama’, serta program Tahfidzul Qur’an, program tersebut ditawarkan dengan tujuan untuk pengembangan pengetahuan santri serta motivasi santri dalam mengarungi lautan ilmu.

Ta’aruf dan Orientasi Santri yang biasa disebut TOS ini juga dihadiri oleh H. Mukhyar Fanani yang menyampaikan materi mengenai pendidikan kader ulama’, kriteria dan harapan ulama’ masa mendatang.

Di zaman yang semakin mengglobal ini banyak orang-orang yang mengakui dirinya sebagai ulama’ hanya untuk merusak agama mereka sendiri. Oleh karena itu, perlu adanya program khusus  Pendidikan Kader ulama’ untuk tetap menjaga keorisinilan peninggalan-peninggalan ulama’ terdahulu.

(Ma’rifatun NH)

%d blogger menyukai ini: