Workshop Penulisan Risalah Keulamaan Ulama Indonesia

Hari ketiga kegiatan training pasca liburan (Rabu, 26/2), Pesantren Darul Falah Be-Songo Ngaliyan menyelenggarakan workshop penulisan risalah keulamaan ulama Indonesia. Workshop ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan training pasca liburan yang diselenggarakan selama seminggu mulai tanggal 24 Februari sampai dengan 1 Maret 2014.

Peserta dari workshop ini adalah 25 orang santri peserta Pendidikan Kader Ulama (PKU) S2 Ilmu Falak Kementerian Agama Republik Indonesia, yang mana Pesantren Darul Falah Be-Songo dipercaya oleh Kemenag RI sebagai “kawah candradimuka” bagi ke-25 orang yang di ambil dari beberapa provinsi di Indonesia itu.

Workshop ini dikhususkan bagi santri PKU berkenaan dengan salah satu tugas individu, yaitu membuat risalah seorang ulama asli Indonesia yang telah memberikan kontribusi besar untuk bangsa maupun agama namun belum pernah terekspos sebelumnya.

Narasumber pada workshop ini adalah DR. Muhyar Fanani, M.Ag dengan dimoderatori langsung oleh Pengasuh Pesantren Darul Falah Be-Songo, DR. KH. Imam Taufiq, M.Ag. Dengan penyampaian yang runtut dan apik, narasumber mampu membuat para peserta hanyut dalam materi yang begitu menggugah kesadaran betapa para ulama Indonesia dulu telah mencurahkan tenaga, waktu dan pikirannya untuk kepentingan umat dan negeri. Kebalikannya, betapa banyak sekarang ini orang yang berpenampilan seperti ulama untuk kepentingan pribadi.

DR. Muhyar Fanani, M.Ag menyampaikan bahwa ada lima hal yang melatarbelakangi pentingnya penulisan risalah keulamaan ulama Indonesia ini. Pertama, sudah terjadinya kelangkaan ulama di Indonesia. Kedua, adanya proses kaderisasi ulama yang lamban, generasi pendahulu sudah mulai hilang akan tetapi belum muncul generasi-generasi pengganti. Ketiga, munculnya generasi yang pintar Islam tetapi miskin jiwa keulamaan. Keempat, munculnya generasi yang pintar Islam tetapi miskin jiwa ke-Indonesiaan. Trakhir diperlukannya penanaman jiwa keulamaan dan ke-Indonesiaan pada calon-calon ulama Indonesia melalui pengkajian mendalam atas pemikiran, sirah, perjuangan, kesalehan, dan jiwa keulamaan para ulama Indonesia.

Baca juga :  PASCALIB #3 : Fiqih Jenazah, Belajar Mengingat Kematian

Poin penting yang menjadi tujuan diadakannya workshop ini, sebagaimana yang disampaikan oleh narasumber, adalah untuk membangkitkan penghayatan dan menanamkan jiwa keulamaan ulama Indonesia utamanya oleh diri para penulisnya dan oleh para pembacanya secara umum. Workshop diakhiri dengan sesi tanya jawab terkait tugas penulisan risalah keulamaan yang akan digarap oleh masing-masing peserta.

(Muhtarom Abdillah)

%d blogger menyukai ini: