Pesan Dakwah dalam Bingkai Seni


CIMG5083

SEMARANG-Pondok Pesantren Darul Falah (Dafa) Be-Songo mengadakan halaqoh maudu’iyyah pada Senin malam (8/12) yang dihadiri oleh semua santri putri dan santri Pendidikan Kader Ulama (PKU). Acara tersebut berlangsung di mushola Raudhatul Jannah pukul 20.00-21.30 WIB.

K.H. Bukhori Masruri, narasumber asal Purwodadi menguraikan secara gamblang tentang “Seni sebagai Media Dakwah”. Didampingi Dr. K.H. Imam Taufiq, M.Ag, pengasuh Ponpes Dafa, audiensi semakin antusias dengan penjelasan K.H. Bukhori yang humoris dan santai.

Selaku moderator, Dr. K.H. Imam Taufiq juga menyebutkan beberapa lagu ciptaan K.H. Bukhori Masruri. Salah satu lagu yang terkenal berjudul “Perdamaian” yang kini dipopulerkan oleh grup band Gigi. Tujuan beliau menciptakan lagu-lagu tersebut adalah sebagai media dakwah dalam mengembangkan ajaran Islam supaya mudah diterima dan dipahami masyarakat.

“Semua media komunikasi adalah seni dan seni adalah salah satu daya tarik untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah bagi umat islam,” jelasnya.

Seni sebagai media dakwah ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat agar mau bergabung bersama dai dalam mendalami ajaran islam. Oleh karena itu, beliau menuturkan, apa yang disampaikan dai harus jelas, singkat, padat, dan mudah dipahami serta tidak untuk golongan tertentu.

“Tidak hanya seni musik saja tetapi seni drama atau teater juga bisa digunakan sebagai media dakwah. Namun, tidak sembarang seni dapat dijadikan media untuk berdakwah,” tambahnya.

Pasalnya, menurut beliau ada seni yang mengandung unsur negatif, seperti kebohongan, kemunkaran, dan kemaksiatan. Sehingga dai perlu memilah dan memilih seni yang tepat agar orang muslim tidak terjerumus pada pesan yang disampaikan.

Sedikit menyinggung tentang metode dakwah, beliau menjelaskan tafsir Q.S. An-Nahl ayat 125. Ayat ini sering dijadikan dalil sebagai cara berdakwah yang baik, yaitu dengan jalan hikmah, mauidhoh hasanah, dan perdebatan yang baik. Sayangnya, pada akhir ayat tersebut sedikit sekali yang menjelaskan, bahwa seseorang yang mau beriman dan masuk islam adalah urusan Allah, bukan urusan dai. Sedangkan tugas dai hanyalah menyampaikan dakwah.

Selanjutnya, beliau juga memaparkan tentang beberapa faktor penyebab seseorang memilih beragama Islam. Pertama, sejak kecil seseorang sudah dididik tentang agama Islam atau dikenal dengan istilah Islam keturunan. Sebab ini yang sering terjadi di masyarakat. Faktor lainnya adalah karena ia hidup di lingkungan islam, pernikahan antara islam dan non islam, selamat dari bencana, tertarik dengan keindahan sastra Al Qur’an dan mempelajari isi al-Quran yang relevan dengan ilmu pengetahuan. Kendati demikian, pada hakikatnya Allah SWT yang menjadikan seseorang masuk islam.

 

(Annisaaul Khasanah)