Maulid Nabi Muhammad SAW di Perum Bank Niaga

SEMARANG- Jum’at (02/01/15) Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW pada tanggal 12 Rabi’ul Awal dilasanakan di musholla Raudhatul Jannah, Perumahan (Perum) Bank Niaga, Ngaliyan. Acara dimulai bakda berjama’ah sholat maghrib. Kemudian dilanjutkan membaca diba’ dan sholawat disertai rebana yang dipimpin ustaz Hasan bersama koleganya. Hadir pula warga Perumahan Bank Niaga dan Santri Darul Falah (Dafa) Be-Songo yang juga memimpin pembacaan diba’ dan sholawat. Gerimis yang turun sejak sore tidak mengalahkan semangat hadirin untuk ikut serta merayakan hari kelahiran Nabi dengan melantunkan sholawat Allahumma shalli ‘alaih.

Acara berlanjut setelah melaksankan sholat Isya berjamaah. Latifah, salah satu santri Dafa membuka acara puncak maulid Nabi Muhammad SAW dengan bacaan ummul kitab tepat pukul 19.30 WIB. Kemudian dilanjutkan susunan acara kedua, pembacaan ayat suci al-Qur’an yang dibawakan oleh Aniqotun Nur, salah satu santri Dafa juga.

Peringatan maulid Nabi Muhamad SAW sudah dilaksanakan pada malam-malam sebelumnya, terhitung sejak tanggal 1 Rabi’ul Awal. Pada tanggal 12 Rabi’ul Awal ini merupakan malam puncak peringatan maulid Nabi SAW, tepat ketika Nabi Muhammad dilahirkan oleh ibunda Siti Aminah.

Meski tidak semeriah tahun kemarin, namun acara maulid nabi tahun ini berjalan khidmat dan lancar.

“Sebenarnya kita berencana mengadakan maulid Nabi besar-besaran. Karena ada beberapa kendala dan cuaca yang kurang baik, maka peringatan maulid nabi tetap berjalan meski tak sama dengan tahun kemarin,” ujar H. Kuswanto selaku Ketua takmir musholla Raudhatul Jannah dalam sambutannya.

Kendati demikian, tetap ada mauidzah hasanah dalam agenda tersebut. Susunan acara inti kali ini dipercayakan kepada Sohabi Mahalli, S. Pdi, M. Si, salah satu santri Pendidikan Kader Ulama (PKU) asli Bali. Beliau menyampaikan secara detil tentang maulid Nabi Muhammad SAW. Mulai dari terciptanya nur Muhammad yang menjadi penyebab tercipta bumi seisinya hingga irhas-irhas (keajaiban-keajaiban) yang muncul sebelum dan sesudah kelahiran Nabi SAW. Serta sejak lahirnya Nabi Muhammad SAW hingga menjadi Nabi dan Rasul yang terakhir.

Baca juga :  Fatayat NU Hadirkan PADUS Be-Songo

Dipaparkan pula bahwa orang yang pertama kali mengadakan maulidurrasul adalah raja Mudhofar pada tahun 604 H. Sejak saat itulah peringatan maulid Rasul disertakan dengan bacaan sejarah dan sholawat yang tertuang dalam kitab diba’. Sehingga terus berkembang dan diamalkan umat muslim sampai sekarang.

“Orang hidup harus mempunyai amalan-amalan. Salah satunya adalah membaca sholawat kepada nabi Muhammad SAW”, pungkasnya.

(Aisyatul M)

%d blogger menyukai ini: