Grand Opening; Kegiatan Pasca Liburan Pesantren Be-Songo

SEMARANG – Pondok Pesantren Darul Falah (Ponpes Dafa) Be-Songo kembali melaksanakan kegiatan pasca liburan semester ganjil. Kegiatan rutinan ini dibuka pada hari Minggu malam (22/02) di asrama B9 yang dihadiri oleh pengasuh, pengurus dan seluruh santri Dafa Be-Songo.

Kegiatan pasca liburan (Pascalib) dimulai hari Senin, 23-28 Februari 2015. Ke-Protokoler-an dilaksanakan pada hari pertama oleh Hj. Arikhah M.Ag, pengasuh ponpes dafa di asrama B9. Pada hari Selasa team WMC akan menyampaikan materi Training Resolusi Konflik Tingkat Dasar di B9 pula. Training Jurnalistik dilaksanakan pada hari Rabu di Madrasah Diniyyah (Madin) oleh Hasan Ubaidillah M.Pd. Kemudian M. Maftuh, S.Psi I sebagai pemateri Up Grading 1: Manajemen Kepemimpinan yang dilaksanakan pada siang harinya di asrama B9.

Adapun Up Grading 2 dilaksanakan pada hari Kamis oleh Jamal Luthfi, S.Fil I di asrama B9. Pada hari Jum’at semua santri diwajibkan berpartisipasi dalam kegiatan Fiqih Nisa’; Haid dan Istihadhah. Dan pada hari terakhir Fashion Style dilaksanakan di asrama B9 dengan pemateri Nur Anri Ahmadi. Pada malam harinya kegiatan ditutup dengan Stadium General oleh Dr. Muhyar Fanani, M.Ag.

Dalam sambutannya, Isvana selaku ketua panitia Pascalib berharap semua kegiatan selama seminggu ke depan dapat berjalan lancar dan selalu diberi kesehatan. Sehingga semangat partisipasi dari para santri sangat mendukung dalam proses suksesnya suatu acara.

“Kesuksesan akan tercapai dengan semangat kerja sama dari para santri”, tegasnya.

Hanita sebagai ketua umum pondok pesantren dafa menambahkan, belum cukup bagi santri hanya ikut serta meramaikan kegiatan pascalib. Kesungguhan niat juga perlu ditata supaya dalam melaksanakan acara tersebut tidak terasa berat.

Pernyataan itu dikuatkan oleh Pengasuh Ponpes dafa, Abah Imam Taufiq ketika menyampaikan sambutannya.

Baca juga :  Pelatihan Merawat Jenazah

“Segala sesuatu harus diiringi dengan niat. Jika santri sudah kembali ke pondok sedangkan hatinya belum kembali, melakukan apapun akan terasa berat. Maka santri harus mengingat kembali komitmen dalam mencari ilmu yang hanya mengharapkan ridha Allah SWT”, terangnya.

Selanjutnya, beliau menjelaskan betapa pentingnya diadakan kegiatan pascalib. Pertama, sebagai adaptasi setelah sekian lama menetap di rumah selama liburan kuliyah semester ganjil. Supaya tidak kaget dengan padatnya kegiatan pondok, maka santri perlu membiasakan diri melakukan aktifitas-aktifitas yang bermanfaat sebelum kegiatan kampus maupun pondok aktif.

Kedua, memberi bekal dan ketrampilan khusus kepada santri. Tentu program yang dipilih adalah kegiatan-kegiatan yang jarang di dapatkan ketika pondok atau kuliyah aktif.

Di akhir pembicaraannya, beliau mengingatkan kembali visi pondok pesantren dafa Be-songo,

“Mewujudkan santri yang berakhlakul karimah, dengan kompetensi keagamaan dan kecakapan hidup yang handal”.

Dengan demikian, diadakan kegiatan pascalib benar-benar penting untuk menciptakan santri yang bukan hanya memiliki wawasan pengetahuan dan berakhlak mulia saja. Melainkan suka berkompetensi dan dapat mengembangkan skill melalui kegiatan sederhana tapi bermanfaat bagi siapapun.

(Aisyatul Maghfiroh)

%d blogger menyukai ini: