Santriwati Darul Falah Be-Songo Ikuti Pelatihan Protokoler

11023217_1060202273996357_660084841_n

SEMARANG–Senin (23/02). Kegiatan pasca liburan (Pascalib) Pondok Pesantren Darul Falah (Dafa) Be-Songo dimulai dengan pelatihan Ke-Potrokoler-an di asrama B-9. Materi pada hari pertama ini disampaikan langsung secara luas dan gamblang oleh Hj. Arikhah, selaku pengasuh ponpes Dafa. Seluruh santri yang ikut serta dalam kegiatan tersebut mendengarkan penjelasan beliau dengan seksama.

Manfaat dari protokol ialah dapat menertibkan dan memperlancar jalannya acara. Untuk itu sesuatu yang direncanakan pasti lebih baik daripada yang tidak direncanakan. Begitu beliau mengawali penyampaian materi.

Umi Arikhah mengungkapkan bahwa Master of Ceremony (MC) termasuk bagian dari ke-protokoler-an yang harus didalami para santiwati yang notabene merupakan mahasiswa. Namun, terkadang santri merasa minder, atau di kenal dengan istilah demam panggung ketika mendapatkan tugas menjadi MC.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan ketika dalam keadaan seperti itu. Diantaranya ialah melatih mental dan keberanian, mempersiapkan segala sesuatu dengan matang, dan konsentrasi. Memupuk rasa percaya diri serta memperbanyak jam terbang juga perlu ditanamkan agar terhindar dari rasa minder.

“Dan untuk memupuk rasa percaya diri salah satu caranya yaitu dengan mengarahkan pandangan pada ubun-ubun audiens, bukan pada mata”, tandasnya.

Sekitar pukul 11.15 WIB materi Ke-Protokoler-an ditutup dengan santri praktik langsung menjadi MC dalam acara pelantikan Ikatan Persatuan Haji Indonesia (IPHI).

 

(By: Zakiyah)

Baca juga :  Pembukaan Pascalib 2020 : "Meneguhkan Budaya Santri di Era Disrupsi"
%d blogger menyukai ini: