Up Grading 2: Manajemen Kepemimpinan Bersama Bapak Jamal Lutfi S. Fil. I

SEMARANG–Masih dalam suasana kegiatan Pasca Liburan (Pascalib), Up Grading 2, salah satu kegiatan yang wajib diikuti oleh semua pengurus asrama maupun pengurus pusat Pondok Pesantren Darul Falah Be-Songo. Kegiatan yang diselenggarakan pada hari Kamis (26/2) dan bertempat di asrama B-9 ini mengahadirkan Bapak Jamal Lutfi S. Fil. I sebagai narasumber untuk materi Manajemen Kepemiminan. Kegiatan yang tidak pernah terlewatkan tiap tahunnya ini diselenggarakan guna meningkatkan wawasan para santri, terutama yang menjadi pengurus. Supaya menjadi pemimipin yang menjalankan organisasi dengan baik.

“Hanya seorang pemimpin yang punya cita-cita besar yang bisa menghidupkan satu kaumnya (bangsa)”, ucap Bapak Jamal, sering beliau disapa, saat membuka materi Up grading 2. Tak hanya itu, beliau juga menambahkan, untuk menjadi seorang pemimpin ia harus mampu mempengaruhi (mengajak untuk berubah), mengkoordinasikan serta mengarahkan agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan.

“Seorang pimpinan belum tentu bisa menjadi seorang pemimpin”, papar alumnus Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang ini.

 Lebih jauh beliau menjelaskan, untuk dapat menjadi seorang pemimpin yang baik, ia harus memiliki syarat tertentu. Diantaranya yaitu pengaruh, kekuasaan (power), wewenang, dan pengikut.

“Tanpa syarat tersebut seorang pimpinan tidak bisa dianggap sebagai seorang pemimpin”, tambah Ketua PMII Rayon FU tahun 1998-1999.

Adapun mengenai tipe kepemimpinan, pemateri telah menjelaskan bahwasanya ada lima tipe kepemimpinan, yaitu tipe otokratif  (pribadi, bawahan sebagai alat saja, anti kritik), militeristik (pangkat dan jabatan, disiplin, sangsi), paternalistis (bapak dan anak), kharismatik (daya tarik, Pengikut), dan demokratis (kebersamaan).

Selanjutnya, Pak Jamal menjelaskan bahwa seorang pemimpin memiliki peran yang sangat penting. Diantaranya yaitu sebagai perencana yang harus selalu memandang ke depan, pengembangan loyalitas, pengawasan, pengambil keputusan, serta mampu memberi motivasi dan menginspirasi anggotanya.

Baca juga :  Antusias Santri Besongo dalam rangka Dies Natalis UIN Walisongo Ke-50

“Leadership is action not position! Kepemimpinan adalah tindakan bukan posisi!”, tegasnya sembari menutup acara Up grading 2 pada siang hari itu.

(Sany Marzuqotul Ilmiyah)

%d blogger menyukai ini: