Pembukaan Pascalib; Rutinitas Versi Dafa Be-Songo

NGALIYAN – Pondok Pesantren Darul Falah Be-Songo Semarang tampak ramai lagi dengan berbagai aktivitas rutin para santri setelah lama libur semester gasal. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, kegiatan pasca-liburan (pascalib) yang diselenggarakan tiap menjelang periode semester genap selama satu minggu akan segera dilaksanakan. Rutinitas tahunan ini diawali dengan pembukaan pascalib pada Sabtu malam (20/02) dengan diikuti oleh segenap panitia, pengasuh, dan santri putra maupun putri di aula asrama B9.

Acara dibuka dengan lantunan ayat suci al-Quran oleh Aniqotun Nur. Dilanjutkan sesi sambutan yang diawali oleh ketua panitia, Rif’ah Dzawir Rohmah. Dalam sambutannya, tak luput dia mengajak seluruh santri untuk mengikuti kegiatan pascalib ini dengan penuh kesadaran diri.

“Diharapkan segenap santri mengikuti jalannya acara pascalib sesuai dengan jadwal yang telah kami tempel di setiap asrama,” paparnya.

Disambung dengan sambutan dari Umi Nadhiroh. Ketua pondok ini mengucapkan selamat datang kembali pada seluruh santri untuk menempa ilmu di Darul Falah. Tidak ketinggalan pula dalam pemaparannya, diatas podium malam itu, santri asal Tuban ini menekankan bahwa peraturan pondok diberlakukan kembali pada Minggu (21/2).

“Berhubung semuanya sudah kembali, jadi saya ingatkan lagi bahwa peraturan berlaku seperti biasanya mulai tanggal dua puluh satu esok pagi,” tegasnya.

Pengasuh pondok, Umi Arikhah menjadi penutup sambutan pada malam hari itu. Dalam sambutannya, umi Arikhah menyadarkan para santri, dimana status pondok ini bukan sebagai penjara namun menjadi tempat pertapaan. Tempat pertapaan yang menciptakan sang juara-juara tangguh.

“Jika kalian menamakan pondok ini sebagai penjara, kalian keluar sebagai narapidana. Beda jika menamakan pondok ini sebagai tempat pertapaan, kalian akan keluar menjadi sang juara,” pesannya.

Baca juga :  Laporan Pertanggungjawaban Sebagai Wadah Evaluasi

Menyinggung kegiatan pascalib, umi Arikhah menambahkan, kegiatan pascalib ini jangan dijadikan rutinitas yang nilainya hanya bertaraf sebagai kebiasaan yang tidak memiliki kesan tersendiri. Akan tetapi, menjadikan rutinitas ini menjadi kegiatan rutin yang memiliki nilai kemanfaatan yang berguna bagi santri.

“Kegiatan pascalib ini merupakan kegiatan rutin, tetapi tidak rutinitas. Jadi, diharapkan para santri mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan rugi kalau tidak mengikutinya”, pungkasnya.

Usai sambutan, acara pembukaan pascalib dibuka dan diresmikan langsung oleh Umi Arikhah dengan bacaan basmallah dan diikuti doa dari saudara Zakiyatul Anam.

(Sri Indah Cahyani/kom.)

%d blogger menyukai ini: