Training Jurnalistik bagi Santri; Menulis itu Mudah

NGALIYAN – Senin (22/02), merupakan hari kedua kegiatan pasca liburan Pondok Pesantren Darul Falah Be-Songo Semarang, yakni training jurnalistik. Training ini bertema ‘Sukses Menulis di Media Pers’ yang diikuti sekitar 112 santriwan santriwati. Kegiatan ini diisi oleh Bapak M. Rizal Chamami, M.Si., salah satu dosen UIN Walisongo Semarang di aula asrama B9.

 Menulis adalah salah satu ketrampilan. Jika seseorang merasa sulit menulis, maka berlatihlah. Karena ketrampilan bisa dikuasai asalkan giat berlatih. Begitu kata pria kelahiran Kudus ini membuka materi. “Menulis itu mudah. Jika tidak percaya, coba saja!”, kata beliau lagi. Selain mengasah ketrampilan, menulis juga bisa menghasilkan rejeki. Sebelum menulis perlu menentukan tema terlebih dahulu dan tidak berhenti jika satu tema belum terselesaikan.

Pemilik motto “Hidup adalah ibadah”, memaparkan bahwa agar ide menulis dapat muncul dengan baik ada tiga hal yang harus dipenuhi. Diantaranya adalah semangat, membaca, dan diskusi. Jika seseorang semangat dalam melakukan sesuatu pasti semuanya akan berjalan dengan maksimal.

Membaca merupakan kegiatan spiritual. Ketika para ulama mau memulai membaca pasti diawali dengan bacaan surat al-Fatihah sebagai hadiah pengarang buku (bc:kitab) yang hendak dibaca. Secara tidak langsung beliau melakukan kegiatan spiritual.

Menurut pria yang juga aktif di organisasi PMII ini, kebanyakan orang yang hendak membaca belum mengetahui tata cara membaca dengan mengirim fatihah. Sehingga ilmu yang diperolehnya kurang bermanfaat. Adapun diskusi bisa dilakukan setiap hari bersama orang disekitar. Termasuk ngrumpi dan musyawarah merupakan diskusi.

Sebagai mahasiswa, lanjutnya, pemuda penerus bangsa harus bisa membangkitkan rasa semangat perjuangan, tentu dengan menulis. Sering membuat karya tulis juga akan membuat banyak orang termotivasi bahkan dapat membuat mereka lebih senang membaca. Cara seperti itu yang dapat mengharumkan Indonesia dengan karya tulis anak bangsanya.

Baca juga :  PASCALIB #1 : Seminar Kepenulisan, Persembahkan 7 Kiat Menjadi Penulis

Di akhir materi, beliau berpesan “Hidup tak berarti kalau tidak diartikan, lukiskan hidup kita dengan tulisan, dan jadikanlah tulisan kita yang layak di muat di media”.

(Faizah/Kom.)

%d blogger menyukai ini: