Santri Cinta Wirausaha

NGALIYAN – Melanjutkan kegiatan pasca liburan (pascalib) yang sudah berlangsung sejak Minggu (20/02), seluruh santri Ponpes Darul Falah Be-Songo Semarang sudah berkumpul ikut serta dalam materi yang bertema “Entrepreneurship” di aula asrama B9. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (24/02) ini mendatangkan narasumber Drs. H. Wahab Zaenuri, MM. Pemateri yang dikenal sangat berpengalaman pada bidang kewirausahaan ini memulai materi tepat pukul 09.00 WIB.

Entrepreneurship adalah kemampuan dan kemauan nyata seorang individu yang berasal dari individu, yang berasal dari mereka sendiri atau didalam tim didalam maupun diluar organisasi yang ada untuk menemukan dan menciptakan peluang ekonomi baru”, ucap Pak Wahab, panggilan akrabnya.

Menurut wakil dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo Semarang ini, menjadi wirausaha adalah profesi yang sangat menguntungkan. Ciri-ciri jiwa entrepreneurship adalah menyukai tantangan. Selain itu, dia juga menyampaikan, mengatur kelemahan menjadi sebuah kekuatan dalam berbisnis atau berwirausaha adalah hal yang sangat baik. Seperti halnya yang dilakukan oleh artis terkenal Omas dan Tukul Arwana.

“Mereka menjadikan kekurangan fisik menjadi sebuah kekuatan dalam etos kerja mereka sehingga dapat menjalankan bisnis yang menghasilkan banyak pundi-pundi”, tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, beliau memaparkan bahwa dalam jiwa wirausahawan terdapat kepercayaan diri, berorientasi pada tugas dan hasil, keberanian mengambil risiko, kepemimpinan, berorientasi ke masa depan, kreatif & inovatif dan memiliki tenaga dalam.

“Tenaga dalam yang dimaksud disini adalah keuletan, ketabahan, ketekunan, kejujuran, kedisiplinan, ketulusan, keikhlasan, kesopanan dan keramahan”, katanya.

Dalam berwirausaha, tambah pria kelahiran Semarang, tentunya tidak akan selalu merasakan manisnya saja tetapi akan ada masa dimana bisnis yang dijalani akan mengalami jatuh.

Baca juga :  Antusias Santri Besongo dalam rangka Dies Natalis UIN Walisongo Ke-50

“Untuk itu, dalam menjalankan sebuah bisnis kita harus istiqomah. Banyak peluang yang bisa dilakukan untuk membuka bisnis yang berpedoman pada akidah islam. Seperti contohnya membuka karaoke syariah, spa syariah, dan kolam renang syariah”, ujarnya.

Usai menyampaikan materi, beliau memutarkan sebuah video motivasi yang ditujukan kepada seluruh santri Darul Falah Be-Songo. Respon para santri terhadap film singkat tersebut memperlihatkan semangat santri mengikuti kegiatan tahunan itu.

(Atikoh/kom.)

%d blogger menyukai ini: