Pascalib, Santri DAFA Belajar Menanam

DAFA- Hari ketujuh pascalib santri Pondok Pesantren Darul Falah B-9 (DAFA B-9)  belajar bercocok tanam pada, Sabtu (27/02). Hadir sebagai pemateri Ustadz Ahmad Maftuh yang mengajarkan bagaimana menanam, mengurus serta merawat tanaman dengan baik dan benar.

Menurut Maftuh, sebagai santri memang sudah seharusnya untuk serba bisa dalam berbagai hal. Dunia cocok tanam menjadi salah satu dari yang harus diperhatikan. Sebab, hal itu bisa saja mendorong santri dalam berinovasi. “Banyak orang yang berasumsi bahwa orang yang menggeluti dunia pertanian diangap jelek, asumsi seperti itu sangat salah karena dari cocok tanamlah kita bisa berinovasi” ujar Ustadz yang sekaligus menjadi Tata Usaha (TU) di PonPes Darul Falah Be-Songo.

Mengatasi asumsi buruk tersebut, dalam bercocok tanam hendaknya harus memiliki ketekunan, tidak gengsi dan tidak mudah bosan. Ada beberapa persiapan yang harus disiapkan ketika hendak bercocok tanam. Menyiapkan bibit dan media tanam menjadi hal pokok untuk memulai hal itu. Pada kesempatan ini bibit yang digunakan adalah bibit cabai, terong serta tomat. Sedangkan media tanamnya ialah tanah, abu sekam dan pupuk (organik dan kimia).

Selanjutnya, setelah berjalan 5 hari tanaman harus disirami dengan tanpa menambahkan pupuk untuk  perkembangan tanaman yang lebih maksimal. Penyampaian materi yang luwes dan komunikatif membuat kegiatan ini menyenangkan. Harapannya, semua santri faham dan bisa mempraktekan  bagaimana cara cocok tanam yang benar dan baik.

Aldian(19) salah satu peserta kegiatan mengungkapkan tujuan diadakannya kegiatan ini supaya santri DAFA B-9 mampu bercocok tanam. “Kegiatan tersebut  bisa memberikan pelajaran  kepada santri agar bisa bercocok tanam serta menghasilkan tanaman yang berkualitas dan bisa berbuah dengan baik” ujarnya.

Sementara itu, penanggung jawab kegiatan Agung Prasetya Hasan mengatakan bahwa kegiatan ini berguna bagi para santri agar santri lebih mengerti tata cara mengelola tanaman dan pupuk. “bagaimana membuat dan memberi pupuk dengan konsep yang baik, itulah tujuan kegiatan ini diadakan,” ungkapnya.

Baca juga :  Sosialisai Reshuffle Kepengurusan Pesantren Be-Songo

Diakhir materi, Ustadz Ahmad Maftuh juga berpesan untuk menganggap tanaman layaknya sahabat, bahkan seperti anak sendiri. Dengan begitu, kita bisa merawat dan mengurus tanaman secara maksimal.

(Mukhayya)

%d blogger menyukai ini: