Berbekal Pengalaman dari Lomba Pidato dan Bercerita

NGALIYAN – Serangkaian lomba akhirusssanah satu per satu telah terlewati. Hari Minggu (15/05) adalah hari dimana semua pesertanya akan berbicara didepan juri dan penonton. Diawali dengan lomba telling story dan taqdimul qishah pada pukul 08.00 dan berlangsung selama 2 jam. Lomba telling story berlangsung di asrama B9 yang diikuti oleh 17 peserta dari asrama B5, B9, A7, C9 dan B17 dengan juri Miss Ida dan Miss Titik. Dilanjutkan taqdimul qishah yang berlangsung di Madin Raudlatul Jannah dengan juri Ustadz Akmal dan Ustadz Luthfi.

Lomba telling story dan taqdimul qishoh kali ini mengusung tema tiga wali ia antara walisongo yaitu Sunan Kalijaga, Sunan Muria dan Sunan Kudus. Setiap peserta wajib memilih satu dari tema yang sudah ditentukan. Antusias para peserta meyemarakkan lomba pagi ini dengan adanya kreatifitas dari masing masing peserta. Ada yang memerankan tokoh secara langsung, ada yang memakai properti, dan berbagai macam kreativitas lainnya.

Pagi berganti siang, dan saatnya lomba khitobah bahasa, yakni bahasa Arab, Inggris, Indonesia dan Jawa. Khitobah bahasa arab berlangsung di asrama B5 dengan juri Ustadz Anam dan Ustadz Aziz. Adapun pidato bahasa Indonesia berlangsung di asrama B9 dengan juri Ustadz Akmaluddin dan Ustadz Ahmad Kharis. Pidato bahasa Inggris dilaksanakan di asrama A7 dengan juri Ustadz Kasan Bisri dan Ustadz Luthfi Rahman. Sedangakan pidato bahasa Jawa jurinya adalah Bapak Sriyono dan Bapak Budiman di Madin Raudlatul Jannah. Lomba tersebut berlangsung hingga memasuki waktu Asar.

“Dengan adanya lomba pidato dan bercerita pada akhirusanah ini diharapkan para santri mampu berbicara didepan dan mempuyai banyak bekal untuk terjun ke masyarakat kelak,” tutur Indah, salah satu peserta telling story.

Baca juga :  Ngaji Wirausaha di Ma’had Walisongo

(SIC/Kom.Ay)

%d blogger menyukai ini: