Bahtsul Masail Diniyyah PCNU Kota Semarang

Semarang, (25/10) Bertempat di kantor PCNU Kota Semarang. Darul Falah Be-Songo turut berpartisipasi dalam acara Bahtsul Masail Diniyyah yang diselenggarakan oleh PC. Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama Kota Semarang dalam rangka menyambut dan menyemarakkan Hari Santri Nasional.

Acara yang dihadiri sekitar 54 peserta tersebut, meliputi santri dan kiai yang berlangsung pada hari Selasa malam pukul 19.30 WIB. Dari pihak Darul Falah Be-Songo sendiri mendelegasikan dua orang santrinya dari asrama B17, adalah Kang Faruq Abdul Baqi dan Kang Sirojul Fuad.

Pada acara inti yaitu bahtsul masail, dideskripsikan sebuah rumusan masalah: “Mungkin seringkali dalam beberapa pidato petugas memulai sambutannya tidak langsung mengucapkan salam, tapi dengan terang-terangan membaca basmalah terlebih dahulu baru kemudian salam. Hingga yang terjadi sebagian kalangan awam menganggap hal itu sunnah, terlebih bila yang bertugas seorang Kiai atau Ustadz.”.

Pertanyaan yang pertama adalah, apa hukum membaca basmalah sebelum mengucapakan salam? Menurut mushahih KH. Haris Sodaqoh, Pengasuh Ponpes. Al-Itqon. Bahwa hukumnya adalah tidak sunnah (dikuatkan keputusan bahtsul masail PWNU Jawa Timur, PP. Sukoharjo, Asembagus, Situbondo tahun 1982). Dan didukung hadits, “assalam qabla al kalam fala tujibuhu”. Hal ini juga selaras dengan tradisi alsinati ulama nahdliyin yang tidak pernah mengucapkan salam dengan dimulai basmalah. Dengan ibarot Ihya’ Ulumuddin juz 2 halaman 200:
ومنها أن يبدأ كل مسلم منهم بِالسَّلَامِ قَبْلَ الْكَلَامِ وَيُصَافِحَهُ عِنْدَ السَّلَامِ قَالَ صلى الله عليه وسلم من بدأ بالكلام قبل السلام فلا تجيبوه حتى يبدأ بالسلام.
Al-Baijuri halaman 14:
ويشترط أن لا يكون ذلك الأمر ذكراً محضاً بأن لم يكن ذكراًأصلاً أو كانذكراً غير محض كالقرآن فتسن التسمية فيه بخلف الذكر المحض (كلا إلا الله) وأن لا يجعل له الشارع مبدأ غير البسملة كالصلاة فإنه جعل لها مبدأ غير البسملة والحمدلة وهو التكبير.

Baca juga :  Besongo: Lurah Baru Masa Khidmah 2020-2021

Adapun pertanyaan kedua yakni, bagaimana hukumnya meyakini kesunahannya? Berdasarkan dari kitab Bughyatul Mustarsyidin, halaman 37, meyakini kesunnahan membaca basmalah sebelum mengucapakan salam adalah bid’ah, jika penempatannya khusus. Dan tidak bid’ah jika penempatannya umum. Acara yang berlangsung lebih kurang selama dua jam tersebut berjalan dengan khidmat dan lancar. (Aniq,Fuad,Faruq).

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: