Ngaji Konflik: Beda itu Indah

BESONGO NEWS – Pati, Rabu (23/11) Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan  Masyarakat (Bakesbangpol) Jawa Tengah mengadakan diskusi tentang “Mediasi Penanganan Masalah Strategis yang Berdampak  Politis”. Bertempat di  The Safin Hotel Jl. Pangeran Diponegoro No. 299 Pati, acara yang bertemakan “Beda Itu Indah” dihadiri oleh Forum Kerukunan Umat Baragama (FKUB), Tokoh Agama dan Masyarakat, Ormas serta Lembaga Survei Masyarakat (LSM) Se-Keresidenan Pati.

“ saya berharap kepada semua peserta agar mampu memberikan  pengetahuan tentang penyebab konflik perbedaan agama serta mengetahui strategi dan komunikasi budaya untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.” Ujar Sulistya Budi Utomo selaku ketua acara.

Pihak Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan  Masyarakat (Bakesbangpol) yang diwakili oleh Drs. Suwondo, M.Si memaparkan bagaimana bangsa ini yang memiliki kecenderungan etika, moral, sosial kebangsaan yang sangat lemah dari sifat kejujuran yang mengakibatkan masalah perbedaan dan menjadi ciri khas masing-masing individu, menganggap bahwa agamanya sendiri baik, maka dari itu Sekertaris Bakesbangpol ini mengharapkan dengan terselenggaranya acara ini para peserta mengetahui lebih jauh tentang perbedaan yang terjadi pada saat ini agar terhindar dari konflik dan kekerasan.

Direktur Walisongo Mediation Center (WMC), Dr. H. Imam Taufiq, M.Ag. memberikan pengantar sekaligus penjelasan mengenai pengertian konflik dan kekerasan, menurutnya perbedaan persepsi dalam memandang sesuatu yang menyebabkan orang memiliki tujuan saling bertabrakan dan bertentangan itulah yang disebut konflik, sedangkan kekerasan sendiri meliputi struktur atau sistem tindakan, kata-kata dan sikap yang menyebabkan kerusakan lingkungan, fisik, psikis serta sosial atau menutup kemungkinan orang untuk mencapai potensi diri sepenuhnya sebagai manusia.

Selain itu Beliau juga memaparkan unsur-unsur penyebab konflik dan kekerasan, yaitu 1) Triggers (Pencetus) merupakan peristiwa yang mencetuskan sebuah konflik namun tidak diperlukan dan tidak cukup untuk menjelaskan konflik itu sendiri 2) Pivotal Factors or Root Canses (Faktor inti atau penyebab Konflik) terletak pada akar konflik, perlu untuk ditangani dan pada akhirnya mengatasi konflik 3) Moblizing Factors (Faktor yang memobilisasi) merupakan masalah-masalah yang memobilisasi kelompok untuk melakukan tindakan kekerasan 4) Aggravating Factors (faktor yang memperburuk) yaitu faktor yang memberikan tambahan pada mobilizing factors dan Pivotal Factors, namun tidak cukup untuk dapat menimbulkan konflik itu sendiri. (Mukhayya, Red).

Baca juga :  PASCALIB #2 : Buang Sifat Egois, Bangun Solidaritas yang Harmonis

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: