Hindari Konflik Pilih Perdamaian

Foto Pesantren Be-Songo.

BESONGO NEWS – Semarang (23/2), kegiatan pasca liburan Pesantren Darul Falah Be-songo telah berlangsung selama empat hari. Resolusi konflik menempati materi terakhir pada hari ini. Dimulai pada pukul 13.00 WIB dengan pemateri dari Walisongo Mediation Center (WMC) yang diwakili oleh Usfiyatun Marfu’ah. Kegiatan kali ini hanya diikuti oleh santri putra dan santri putri kelas satu.

Acara ini diawali dengan menuliskan kekhawatiran dan harapan santri yang sedang dihadapi. Konflik memang merupakan hal yang tidak akan pernah lepas dari diri manusia. setiap manusia pasti telah mengalami konflik, entah itu konflik batin, konflik ringan, maupun konflik berat.

“ Konflik tidak dapat dihindari, tetapi dapat dikurangi” ungkap narasumber alumnus Fakultas Dakwah UIN Walinsongo tersebut. Hal ini tergantung dari bagaimana cara kita menyelesaikan konflik yang terjadi pada kita. Apalagi kehidupan di pondok pesantren, dimana seorang santri meninggalkan keluarga dan hidup bersama dengan orang banyak. Adanya perbedaan kebutuhan, pandangan dan pemikiran, ini akan menimbulkan konflik antar sesama santri.

Dalam menyikapi konflik yang sedang terjadi haruslah didialogkan, komunikasi harus dijalin secara baik. Menjadi pribadi yang baik, ikhlas dan mampu mengendalikan emosi. Pada akhirnya seseorang harus membuka pikiran untuk menerima ide dan saran, dengan begitu bisa jadi sesuatu akan berjalan lebih baik. (Adila, Red).

Baca juga :  Halaqah Kubra: Good Bye Insecurities

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: