Let’s Change ! Mari Menulis

Foto Pesantren Be-Songo.

BESONGO NEWS – Semarang, (23/02) kegiatan pasca liburan Pondok Pesantren Darul Falah Besongo dengan tema jurnalistik bersama Bapak Muhammad Zulfa berjalan dengan sukses dan lancar. pelatihan jurnalistik ini bertempat di MADIN Raudhlatul Jannah pada pukul 08.30 WIB. Tujuan diadakanya pelatihan jurnalistik tersebut adalah agar semua santri dapat berkarya dan dapat memberikan manfaat kepada orang lain.

            “Jurnalistik adalah kegiatan menyiapkan, mencari, mengumpulkan, mengolah, menyajikan dan menyebarkan berita melalui media berkala kepada khalayak seluas- luasnya dan secepatnya dengan tujuan memberikan informasi kepada orang lain secara lengkap.” Tutur Bapak Zulfa selaku narasumber.

            “Harold laswell mengemukakan sebuah teori model sederhana dalam komunikasi yang yaitu 5W + 1H (What, Where, When, Who, Why dan How). Sebagai jurnalis kita perlu mengetahui tentang materi dasar dalam pembelajaran jurnalistik. Adapun ciri dari jurnalistik adalah Pertama, skeptis (menggaris bawahi info), setelah itu action (bertindak), berubah, seni dan profesi.” Imbuh Bapak Zulfa.

            Bagaimana prinsip dari jurnalistik ? sebagai jurnalis diperlukan sebuah prinsip seperti kebenaran, maksudnya adalah berita atau informasi yang di gali haruslah sesesuai fakta. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan bagi para jurnalis, maraknya berita hoax saat ini merupakan salah satu contoh kasus yang mana konten dari berita tersebut adalah bohong, jika sebuah informasi tersebut berlanjut tanpa adanya sebuah kebenaran maka yang terjadi adalah sebuah kehancuran yang berakibat fatal nantinya.

            Kegiatan pelatihan jurnalistik berjalan lancar dan berkahir dengan pertanyaan dari Badruz Zaman salah satu santri DAFA Besongo. “bagaimana kita memilih media online yang tepat untuk dijadikan sebuah bacaan yang bermanfaat ?” yang terpenting yaitu dapat memberikan kita informasi yang benar dan dapat menjadi penyejuk hati, dalam artian tidak mengajak kepada kontraversi. (Hilvi, Red).

Baca juga :  PASCALIB #1 : Menjadi Pemimpin yang Mampu Kerja Bersama

 

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: