Fiqih Jenazah : Ngupokoro Mayit

Foto Pesantren Be-Songo.

BESONGO NEWS – Syariful Anam, narasumber materi fikih jenazah pada kegiatan pasca liburan Pesantren Darul Falah Be-songo, Semarang (24/2).  Mengangkat tema “ Maut, Realitas Pasti yang sering Terlupakan”, dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan diikuti santri kelas 2. Pemberian materi ini merupakan agenda hari kelima pada kegiatan pasca liburan.

Mati atau meninggal dunia pasti akan menghampiri setiap insan yang bernyawa. Semua tergantung pada Allah SWT, jika Allah menghendaki maka akan terjadi. Penyampaian materi dimulai dari hal-hal dasar yang berkaitan dengan jenazah. Namun, lebih ditekankan pada Ngupokoro Mayit (mengurus mayat dari awal sampai akhir).

Seseorang bisa dikatakan telah menjadi mayat dengan ilmu medis ataupun ilmu titen. Kematian merupakan hal yang sangat ditakuti, mengapa demikian ? karena terpisahnya jasad dan ruh, secara otomatis manusia tidak lagi dapat menikamati manisnya dunia. Namun, dibalik itu semua kematian juga mendatangkan hikmah seperti yang disampaikan Muhammad al-Lifaf yakni mensegerakan taubat, jiwa menjadi tenang, semangat beribadah.

Hal-hal yang dilakukan saat mengurus mayat, haruslah memperhatikan cara-cara yang diajarkan islam. Memandikan, mengkafani, mensholati, dan mengubur, semua hal tersebut harus wajib diperhatikan. Dalam sesi terakhir penyampaian materi, diisi langsung dengan praktek. Agung Prasetyo, salah satu santri putra menjadi contoh jenazah dalam sesi praktek materi ini.

Sesuai dengan tema tersebut, salah satu ustadz Darul Falah Besongo ini mengungkapkan “ mati merupakan hal pasti, tetapi banyak orang yang melupakan. Jadi, ingatlah mati”, pesan beliau untuk santri Darul Falah Be-songo. (Adila, Red).

Baca juga :  Pascalib; Ajarkan Santri Berfashion Syar'i

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: