Al Qalam Edisi 4 Hadir Versi Online?

Cover Al-Qalam Edisi 4
Cover Al-Qalam Edisi 4

BESONGO NEWS – Pada akhir Februari 2017 kemarin, departemen Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Dafa Besongo dengan dibantu tim redaksi telah menyelesaikan program kerjanya dalam pembuatan buletin edisi ke-4. Karya tulis yang diberi nama Al Qalam ini tampil beda dari terbitan edisi sebelumnya. Al Qalam Edisi 1, 2, dan 3 digandakan dalam bentuk print out. Sedangkan pada edisi ke-4 buletin akan terbit dalam bentuk online dan bisa diunduh linknya.

Adila selaku Pemimpin Redaksi (pemred) Buletin Al Qalam mengaku merasa bersyukur dan berterimakasih atas kejasama tim yang telah meluangkan liburan semester panjang demi mengerjakan buletin. Ia mengatakan bahwa buletin kali ini akan hadir dalam bentuk yang berbeda dan tetunya lebih banyak dampak positif sehingga dibutuhkan kerja ekstra.

“Tentu banyak sekali kendala yang kita hadapi dalam berproses. Mulai dari koordinasi dan menemui narasumber, editing tulisan, dan proses layout yang tidak serta merta menempel dan mewarna, melainkan juga butuh ide kreatif dan menarik. Sebagaimana yang abah Imam (pengasuh ponpes Dafa Besongo) harapkan, adanya buletin versi baru ini nantinya bisa dibaca kapan saja, dimana saja, dan oleh siapa saja bahkan semua orang di seluruh dunia,” ujarnya.

Koordinator bidang Kominfo Viky Iffah menambahkan,

“Jika buletin hanya dicetak dalam bentuk kertas, yang dapat membaca hanyalah santri sendiri dan pihak-pihak yang ikut andil di pondok. Namun ketika diposting di website pondok ( www.be-songo.or.id ), siapapun dapat menikmati sesuka hati pembaca. Dan itu akan lebih banyak manfaatnya,” ungkapnya.

Supaya Al Qalam yang biasanya terbit tiap satu semester sekali ini tidak stagnan, Mukhamad Zulfa selaku pembimbing crew Al Qalam menyarankan agar mengajak para asatid yang mengajar ikut menyumbangkan tulisannya.

Baca juga :  AKHIRUSSANAH; Lomba Voli, Menjalin Silaturahmi Antarsantri

“Yang mengajar di pondok itu kan banyak, bahkan katanya ada 30 lebih. Supaya tidak hanya santri dan pengasuh saja yang menulis, kita bisa minta tolong kepada mereka ikut menyumbangkan idenya. Nanti bisa digilir misal tiap seminggu sekali minimal 1 ustad. Lumayan bisa meramaikan website juga biar pengunjungnya banyak,” katanya pada saat rapat redaksi.

“Mengenai penerbitan buletin dalam bentuk online itu sangat bagus. Jadi bisa dimanfaatkan tidak hanya di kalangan pondok. Selanjutnya tulisan bisa dikembangkan dengan berbagai macam media sekreatif mungkin yang lebih menarik seperti quote-quote yang tak jarang diposting selama ini di facebook,” tambahnya.

(AM./Red)


Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: