Menjadi Santri yang Pandai Berinvestasi

            BESONGO NEWS – Semarang, Sabtu (8/04) Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama’ (LKKNU) Wilayah Jawa Tengah yangbersinergi dengan Pegadaian Jawa Tengah mengadakan workshop yang bertemakan “Perencanaan Keuangan Keluarga” bertempat di Pondok Pesantren  Ash-Shodiqiyyah Kaligawe, Semarang. Acara ini dihadiri oleh PW. Fatayat NU Jawa tengah, Anshor, PMII, PAC NU dari beberapa kota di Jawa Tengah serta Santri-santri Pondok Pesantren wilayah Semarang.

            Pada  kesempatan ini Drs. Hj. Jauharotul Farida berharap  acara ini memberi wawasan kepada warga NU dan masyarakat Indonesia pada umumnya agar didalam berkeluarga bisa berencana dan mengelola keuangan dengan baik dan benar. Hadir juga Wakil PWNU Jawa Tengah K.H Abdul Hakim yang memberi sambutan agar orang-orang Nahdlatul Ulama mengelola keuangan secara produktif sesuai dengan konsep konvensional yaitu mendapat penghasilan dan pengelolaan uang yang sesuai ajaran agama serta konsep Rosulullah dengan pola hidup sederhana dan sejahtera dan  bisa merencanakan keuangan agar Maslahah mencapai Falah, pembukaan ini ditutup dengan do’a oleh pengasuh Pondok Pesantren Ash-Shodiqiyyah yaitu K.H. Shodiq Hamzah.

Pada sesi pertama acara ini, peserta diberikan arahan dan penjelasan tentang bagaimana Perencanaan keuangan keluarga  bahwa kita harus mempersiapkan masa depan dengan baik. Kenapa perencanaan keuangan keluarga penting? Hj. Malikhatul Hidayah., M.Pd. mejelaskan agar ada tujuan yang ingin dicapai. Biaya hidup yang terus naik, kehidupan perekonomian yang tidak bisa diprediksi dan resiko yang semikin besar seperti sakit,  membuat kita harus mempunyai perencanaan keuangan dengan baik dan semaksimal mungkin.

Sesi selanjutnya dari PT. Pegadaian oleh Slamet Hartono yang menjelaskan tujuan investasi yaitu mendapatkan hasil dari pertumbuhan nilai aset yang dimiliki dan mengajak berinvestasi dengan emas karena menjanjikan, beliau juga memberi cara ampuh berinvestasi  dengan rumus Y (Pendapatan) = C (biaya operasional) + S (saving/ tambahan/tabungan) + I (Investasi).Sesi terakhir diisi oleh Hidan selaku fasilitator acara ini yang menjelaskan tentang instrumen Investasi yaitu 1) Deposito 2) Logam mulia/emas 3) property 4) Valuta Asing 5) saham, Obligasi Sukuk, dll. 6) Unit link yang berupa asuransi + Investasi 7. Reksadana meliputi pendapatan tetap, Saham, campuran, Pasar uang, pasar syari’ah dan terproteksi. Serangkaian acara ini ditutup oleh Bendahara Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama’ (LKKNU) Wilayah Jawa Tengah Dr. Hj. Arikhah., M.Ag. dengan bacaan Surat Al-Fatihah yang bertujuan agar acara ini dapat bermanfaat, barokah serta memberi kemaslahatan bagi seluruh Umat. (Mukhayya)

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: