Debat dan Pemilihan Lurah Ala Santri Besongo

IMG_20170926_182539

BESONGO NEWS – Semarang, (01/10) bertempat di Aula Asrama B-9 Pondok Pesantren Darul Falah Be-Songo telah berlangsung pesta demokrasi yang meliputi debat serta pemilihan lurah baru. Cara yang berbeda dilakukan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Be-Songo, Prof. Dr. K.H Imam Taufiq., M.Ag. untuk menetapkan lurah baru, pertama beliau menggunakan proses pemungutan suara tetapi hasil dari suara tersebut hanya diketahui oleh pengasuh, karena yang menjadi prioritas adalah disaat debat dan pertanyaan yang dilakukan oleh Santri dan Santriwati serta yang paling utama adalah pertanyaan yang dilontarkan oleh Pengasuh Pondok karena Pemilihan dan Penetapan dipilih langsung oleh Pengasuh.

Pemilihan lurah baru Pondok Pesantren Darul Falah Be-Songo diikuti oleh 5 santriwan yang diwakili oleh perwakilan dari per-asrama. 1) Muizzatus Sa’adah, santriwati asal Jombang yang juga mahasiswi jurusan Tafsir Hadist ini memiliki jargon berfikir cepat, berdzikir kuat, bertindak tepat. Dia ingin mewujudkan Santri Qur’ani dengan wajib hafal juz 30 bagi semua santri dan Membentuk santri yang berpengetahuan luas dan kritis melalui metode halaqoh. 2) Adila Nafiatul Rafian, santriwati asal Ambarawa yang juga mahasiswi jurusan Hukum Ekonomi Islam ini ingin menciptakan Santri Generasi Muslim sebagai kader bangsa yang Berimandan Bertaqwa, Terampil, Berdedikasi dan Bertanggungjawab yang dilandas Jiwa Akhlakul Karimah dengan program unggulannya yaitu Wajib berkunjung ke Perpustakaan 2x Sebulan dan Program Pelatihan Jurnalistik.

3) Siojul Fuad, satu-satunya Santri laki-laki yang bersaing dalam pemilihan lurah ini yang juga Mahasiswa Asal Jepara dengan jurusan Manajemen Pendidikan Islam, dia ingin mengembangkan pembelajaran islami berbasis diskusi untuk meningkatkan daya kritis santri serta mengmbangkan kegiatan pelatihan soft skill, sosial skill untuk menunjang kecakapan hidup yang handal dan meningkatkan hasil keterampilan yang berdaya. 4) Qurotul Ainiyah, Santriwati asal Tuban yang mengambil kuliah dengan konsentrasi Ilmu Komunikasi dan Penyiaran Islam ini memiliki program yaitu setiap malam sabtu memberikan tema kepada santri untuk writing atau khitobah yang akan digunakan untuk Conversation pada hari serta mengoptimalkan kegiatan sorogan dengan evaluasi serta mengimplementasikan khitobah dan keterampilan melalui pengabdian masyarakat.

Baca juga :  Puncak Akhirussanah Dafa Hadirkan Syuriah NU Sukoharjo

5) Hersy Fujiyanti Santriwati Asal Brebes yang juga Kuliah di jurusan pendidikan biologi ini memiliki program unggulan yaitu ingin menjalankan program bahasa (Arab dan Inggris) bagi seluruh santri Darul Falah Be-Songo untuk mendapatkan masa depan yang cerah (To Be Bright Future).

Setelah dilakukan debat serta beberapa pertanyaan dari Pengasuh dan para santri, maka Pengasuh Pondok Pesantren, Prof. Dr. K.H. Imam Taufiq., M.Ag. memilih Santriwati asal Jombang yang bernama Muizzatus Sa’adah, setelah melalui beberapa tahapan yang dilalui.

Sebelum Pengasuh menetapkan Lurah yang baru tersebut, Beliau meminta agar semua santri untuk bersholawat sebagai wasilah agar semuanya mendapat keberkahan dan syafaat dari mebaca sholawat. Pengasuh juga berkata bahwa dari 5 calon lurah semua memiliki kompetensi untuk menjadi lurah dengan visi, misi yang semuanya baik dan bagus. Pengasuh berharap Lurah yang ditetapkan menjalankan Amanah dengan Baik serta menjalankan visi, misi serta program unggulan dengan semaksimal mungkin dan saling bersinergi dengan yang lain agar Pondok Pesantren semakin maju dan berguna bagi nusa dan bangsa. (Mukhayya).

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: