Strategi Lukman Mendidik Anak Milenial

IMG-20181015-WA0002

Besongo News – Prof. Dr. K.H. Imam Taufiq, pengasuh pondok pesantren Besongo Semarang menegaskan bahwa  problematika generasi melineal saat ini ialah, sulitnya pengarahan yang baik untuk menghindarkan dan melarang anak-anak mengakses dunia internet. Akses internet dan medsos yang sudah menyebar di dunia anak saat ini tidak dapat ditutup-tutupi apalagi dicegah lagi. Hal ini disampaikan saat memberikan tausiah pada pengajian rutinan Ahad pagi yang dilaksanakan di SD/SMP IT PAPB Semarang (14/10).

Guru Besar Ilmu Al Qur’an dan Tafsir UIN Walisongo ini menghimbau kepada orang tua dan guru untuk  mengikuti arus perkembangan dunia IT dan memberikan arahan kepada anak-anaknya. Sebagai tahapan pertama penyegahan informasi yang tidak perlu dikonsumsi bagi anak-anak. Profesor Imam juga menjelaskan “saat ini yang bisa mengontrol pesatnya laju dunia maya yang sangat bebas hanyalah melalui pendidikan dan peran dari kelurga .” Jelasnya.

Profesor Imam mengaitkan  cara Luqmanul Hakim, sosok orang alim, tawadhu’ nan bijak dalam mendidik anak  patut menjadi rujukan para orang tua, guru dan pendidik.  Supaya waspada terhadap perilaku anak-anak saat ini. Dengan melakukan pencegahan awal, agar tidak terjerumus kepada ranah yang tidak semestinya “Pertama kali dan yang paling utama Luqman mengajarkan dan memantapkan tauhid. Ya bunayya la tusyrik billah. Iman yang akan menyelamatkan dari gangguan dan ancaman  dalam mengarungi dunia yang serba rumit, sesulit apapun kalau anak kita punya iman yang kokoh semuanya pasti akan mudah untuk dilewati.”,  tegas wakil rois PWNU Jateng.

Selain itu, Profesor Imam juga menakankan sikap disiplin yang harus menjadi catatan penting dalam melatih generasi milenial. Karena itu betapa pentingnya tepat waktu dalam melaksanakan apapun. “Kunci dalam mengelola pendidikan dan melatih diri adalah disiplin waktu.” Tambahnya

Baca juga :  Akhlakul Karimah; Wujud Nyata Kualitas Keberagamaan Manusia

Diakhir tausiahnya Profesor Imam Berpesan “Dirikanlah salat dengan istiqomah dan tepat waktu. Janganlah sekali-kali melalaikan dan mengakhirkan salat fardhu. Tinggalkan semua pekerjaan dan laksanakanlah salat berjama’ah di awal waktu. Inilah kunci membangun karakter anak yang kokoh menyongsong masa depan”, pungkas kiai kelahiran Jombang ini. (Imron_red)

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: