Belajar Straight News, Latih Olah Kata Cepat

IMG-20181118-WA0112

Ilustrasi : Humas dan Informasi

Besongo News, Ngaliyan (17/11) – Puluhan crew jurnalistik santri Pesantren Darul Falah (Dafa) Besongo ikuti Training Menulis Straight News. Acara yang di gelar di Gedung Serba Guna Raudlatul Jannah ini merupakan follow up dari acara Pelatihan Menulis Berita yang sudah terlaksana pada Sabtu sebelumnya (11/11) bersama Wartawan Tribun Jateng Achiar M Permana. Didampingi Aisyatul Maghfiroh selaku demisioner divisi Komunikasi dan Informasi (Kominfo), sekarang Humas dan Informasi (Huminfo), para peserta diajarkan latih olah kata cepat dalam membuat berita.

Ia menyampaikan bahwa berita jenis straight news merupakan salah satu produk utama bagi para jurnalis pesantren Dafa Besongo. Media sosial yang sudah dimiliki seperti website, facebook, twitter, instagram, youtube, whatsapp, dll  harus bisa dimanfaatkan sebagai wadah menyampaikan informasi seputar pondok pesantren. Selain itu, santri Dafa Besongo sekaligus mahasiswa Uin Walisongo tersebut memaparkan, berita yang ditulis dan diposting sebaiknya masih hangat. Maka dibutuhkan waktu yang singkat dalam menulis dan mempublikasikan supaya menarik bagi para pembaca.

“Terbiasa menulis dalam waktu singkat itu memang butuh jam terbang yang banyak untuk latihan. Harus banyak praktik. Sering-sering saja baca berita di koran atau situs online untuk memperoleh perbendaharaan kata yang banyak. Kalau kegiatan pondok, bisa mencari informasi terlebih dahulu ke panitia pelaksana, misalnya, atau pinjam CV narasumber ketika acara sudah selesai untuk mengembangkan informasi.” tambahnya.

Usai pengenalan kembali seputar berita mulai dari pengertian straight news, unsur berita, prinsip, struktur, hingga outline yang harus dipersiapkan untuk menulis berita, audiens dibagi menjadi beberapa kelompok. Kemudian dihadapkan langsung pada praktik lapangan. Masing-masing kelompok yang terdiri dari 2 orang mendapat tuntutan membuat satu jenis berita. Dengan durasi 20 menit, peserta fokus mencari ide, wawancara dan menulis.

Baca juga :  Laporan Pertanggungjawaban Sebagai Wadah Evaluasi

Di akhir acara, data dikumpulkan untuk dibahas dan dievaluasi bersama. Acara berakhir ketika adzan maghrib berkumandang. Gayuh, santriwati asrama B9 memberikan apresiasi terkait kagiatan ini.

“Untuk kegiatan yang sifatnya masih perdana, sudah bisa dinilai bagus. Memang periode sebelumnya kan belum ada. Jadi, bisa dikatakan sebagai babat alas (pendograkan). Harapan dari kegiatan ini semoga minat santri di bidang jurnalistik semakin banyak dan yang sudah bergabung semoga bisa Istiqomah,” pungkas mahasiswi yang sekarang duduk di semester 3 itu. (Ziya/Ay)

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: