Peringatan Maulid Nabi, Persembahkan Pidato 4 Bahasa

b6b9326f-e45d-4cab-9a3b-1edf1cb32522

Gambar Ilustrasi : Tim Humas dan Informasi

Besongo News – Ngaliyan (21/11). Memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, pondok pesantren Darul Falah Besongo menggelar acara pengajian Maulidur Rasul diikuti puluhan santri, para asatidz, serta beberapa warga setempat. Besongo Bersholawat (begitu panitia menyebut) diadakan malam hari setelah shalat Isya’ dan berakhir pada pukul 22.00 WIB. Musholla Raudlatul Jannah menjadi pilihan tempat diselenggarakannya acara ini sebagai puncak peringatan Maulid Nabi yang sebelumnya diadakan dzibaan rutin selama dua belas hari berturut-turut.

Acara dibuka dengan pembacaan Al Barzanji diiringi grup rebana El-Falah. Satu per satu rangkaian acara dibacakan oleh dua Master of Ceremonial (MC) yang merupakan santriwati asrama B5. Persembahan pidato empat bahasa menjadi inti kemeriahan dari acara ini. Mereka adalah Umar Kustiadi (Arab), Nila Kawakib (Inggris), Anik Isnaeni (Jawa), dan Fatkhul Ulum Nuzuli (Indonesia). Keempat santri tersebut sukses membawakan pidatonya dan membuat audiens puas terhadap kreasi yang ditampilkan.

“Acaranya bagus, sukses, dapat dijadikan motivasi untuk kita semua. Apalagi dari segi keilmuan modern seperti adanya ceramah 4 bahasa, menggambarkan bahwasannya santri tidak boleh tertinggal kemajuan zaman, justru harus bisa mengimbangi perkembangan zaman. Peringatan maulid ini juga mengajarkan kita untuk berakhlakul karimah untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari sebagai santri pemimpin masa depan,” ungkap  Dina santriwati asrama A7.

Selain pidato 4 bahasa, Mauidhoh Hasanah yang dibawakan oleh Drs. H. Ali Munir Basyir, MM, menyinggung acara maulid Nabi yang sering dikatakan bid’ah.

“Maulid nabi itu memang bid’ah, tapi bid’ah nya itu bid’ah hasanah seperti halnya sholat Tarawih dan pengumpulan mushaf Al-Qur’an,” jelasnya.

Dalam sambutannya, beliau prihatin dengan keadaan sekarang yang menganggap semuanya bid’ah karena tidak terdapat pada zaman Rasulullah. Hal ini menjadi kekeliruan yang sudah lumrah di kehidupan masyarakat.

Baca juga :  Gemuruh Amalan Rebo Wekasan

“Padahal jika hal tersebut baik dan tidak menyimpang dengan syariat walaupun pada zaman Rasulullah tidak ada kita tetap boleh mengikutinya.  Namun berita hoaks yang terus menyebar apabila tidak disikapi dengan bijak, maka akan memberikan dampak tidak baik. Disinilah diperlukannya akhlakul karimah untuk menyikapi maraknya berita hoaks yang menyebar luas,” tutur asatidz pondok pesantren Darul Falah memberi penjelasan lanjutan.

“Dengan diadakannya Besongo Bersholawat yang diisi pidato empat bahasa, diharapkan dapat mengasah bakat santri dan menjadi motivasi teman-teman semua sehingga untuk event-event berikutnya bisa lebih berpartisipasi,” papar Iqbal Alan Abdullah selaku Ketua Panitia. (Mila/Alfi Ulfi_red)

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: