Besongo, Terapkan Kesetaraan Gender Melalui Sablon

WhatsApp Image 2018-12-29 at 17.35.24

Gambar Ilustrasi : Santri putri besongo sedang melakukan pembuatan film sablon, (29/12) di asrama B 6

Besongo News – Ngaliyan (29/12). Sebanyak 30 santri putri kelas 4 pondok pesantren Darul Falah Besongo dibekali pelatihan life skill keterampilan sablon.  Kegiatan yang sudah berjalan baru dalam semester ganjil pembelajarn pesantren besongo ini berlokasi di asrama  B 6. Sirojul Fuad adalah santri kelas 4 putra sekaligus tutor yang membimbing  teman-teman putri seangkatanya untuk dapat mengasah keterampilannya.

Jika peleatihan sebelumnya mereka hanya dikenalkan masalah penggunaan alat-alat sablon, kali ini mereka lansung terjun praktek untuk menyablon tulisan “Besongo” dengan font arab. Antusiasme mereka cukup terlihat dengan keaktifan mereka dari membuat film dalam cetakan hingga menyablon kaos yang telah mereka bawa.

IMG_20181229_110410

Gambar Ilustrasi : Sebagian santri putri memperlihatkan hasil sablob buah karya tangannya sendiri, (29/12) di asrama B6

Sirojul  menjelaskan bahwa keterampilan sablon bukan hanya bisa dilakukan pada santri putra saja “ Keterampilan sablon ini, bisa dimanfaatkan oleh segala kalangan baik santri putra dan santri putri. Hasil sablonan dari santri putri juga tidak kalah menarik dari pada santri putra. Intinya terus diasah dan ditekuni, meski ilmu tersebut belum berguna di masa sekarang, mungkin lain waktu bisa dibuat sebagai usaha agar tercipta cikal bakal santri enterpreneur”. Ujar santri dan tutor asal Jepara tersebut

Sri Indah Cahyani salah satu peserta pelatihan sablon mengaku merasa bangga atas diberikannya ilmu tambahan berupa sablon itu. Selain untuk mengasah life skill setiap santri putri, pesantren besongo juga membuktikan adanya kesetaraan gender antara santri putra dan putri melalui pelatihan ini.

“Adanya keterampilan sablon untuk putri ini memberikan nilai plus bagi kami. Karena selain sebagai skill, keterampilan sablon juga bisa menjadikan santri memiliki jiwa enterpreneur. Disisi lain juga membuktikan adanya kesetaraan gender di pesantren besongo antara santri puta dan putri, terbukti bahwa santri putri mampu melakukan keterampilan sablon seperti yang dilakukan santri putra”. Tambah santri putri asrama B 5 (Rizal-red)

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: