KKN Mandiri Santri Besongo: Akhiri Pengabdian melalui keterampilan Jahit

IMG-20190220-WA0014

Gambar : Terlihat ibu-ibu sedang praktik menjahit rukuh, (19/2) genuk

Besongo News – Genuk,(19/2)  Santri Besongo Semarang yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata Mandiri Intensif Terprogram (KKN MIT) mengakhiri kegiatannya dengan melaksanakan pelatihan menjahit yakni membuat Mukena. Kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan dari Tim KKN yang berada di Kelurahan Penggaron Lor, Kecamatan Genuk. Jenis pelatihan yang diajarkan merupakan salah satu ilmu yang telah didapat di Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang.

Pelatihan ini bekerjasama dengan ibu PKK dan Juga Warga setempat, kegiatan ini berlangsung di kampung tematik, kelurahan Penggaron lor. Pelatihan ini di sambut baik oleh Pengurus PKK , ibu Salbiayah selaku ketua PKK berpesan kepada peserta,” Kita harus berterimakasih kepada anak KKN yang telah mengajari kita keterampilan menjahit, semoga ilmu yang kita dapat kita ajarkan kepadamasyrakat sehingga menunjang perekonomian warga ”. Dalam pelatihan ini I’anatul Khoiriyah selaku Tutor menyampaikan teori secara singkat terkait cara menjahit yang benar dan juga pengenalan alat dan bahan yang di butuhkan untuk menjahit dan dilanjut dengan praktik secara langsung bersama peserta dari warga kelurahan penggaron lor.

“Keterampilan menjahit  merupakan salah satu ilmu yang saya dapat dari pondok saya, yaitu Darul Falah Besongo yang berada dekat dengan kampus UIN, semoga ilmu yang saya dapat bermanfaat untuk warga melalui program KKN kali ini”, ujar I’anatul Khoiriyah selaku Tutor dan santri Besongo itu.

 Diakhir pelatihan ini, setiap peserta mendapatkan hasil jahitan Mukena yang telah di buat masing-masing. TIM KKN MIT Ke-VII UIN Walisongo Semarang yang juga mayoritas dari pesantren Besongo  semarang ini berharap dari pelatihan ini dapat ilmu yang bermanfaat dan dapat menunjang perekonomian masyarakat sesuai dengan tema yang diangkat oleh Masiswa KKN yaitu “Optimatisasi Peran kelompok masyarakat melalui keterampilan Jahit.(SF/Red).

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: