PASCALIB #1 : Seminar Kepenulisan, Persembahkan 7 Kiat Menjadi Penulis

IMG-20190220-WA0005

Gambar : Jamal Ma’mur Asmani ketika menyampaikan materi seminar kepenulisan, (20/2) di Musholla Raudlotul Jannah

Besongo News – Ngaliyan (20/2). Divisi Humas dan Informasi bekerjasama dengan Crew buletin Al-Qolam pondok pesantren Darul Falah Besongo menggelar seminar kepenulisan dalam rangka Pascalib (Pasca Liburan). Seminar yang diselenggarakan di Musholla Roudlotul Jannah ini diikuti seluruh santri baik putra maupun putri. Kegiatan dimulai pukul 07.45 WIB dan berakhir pukul 11.00 WIB.

Dalam seminar tersebut, hadir dua narasumber yang memaparkan mengenai dunia kepenulisan berdasarkan sudut pandang yang berbeda, yakni Dr. Jamal Ma’mur Asmani, MA. dan Abdul Rosyid, MA. Keduanya berprofesi sebagai penulis dan telah menghasilkan karya berupa buku.

Kegiatan ini bertemakan “Revitalisasi Gerakan Minat Baca Tulis Menuju Literatur Santri Berwawasan Kritis” dengan harapan para santri memiliki jiwa literasi sehingga memiliki minat tinggi dalam baca tulis.

Narasumber memaparkan bahwa modal utama menjadi seorang penulis ialah harus bisa menjadi pembaca ulung (good reader). Disisi lain, sosok motivator juga diperlukan sebagai langkah awal terjun ke dalam dunia kepenulisan.

Istilah learning by doing menjadi hal terpenting yang harus diterapkan seorang penulis. Dengan kata lain, proses belajar tidak akan cukup tanpa disetai praktik.

Senada dengan hal tersebut, menjadikan menulis sebagai profesi adalah salah satu upaya yang harus dilakukan. Artinya, jadikan menulis sebagai prioritas dan jangan lupa beri target kapan sebuah tulisan harus diselesaikan. Pernyataan tersebut didukung Jamal Ma’mur, narasumber yang berhasil menerbitkan sebuah buku berjudul Mengembangkan Fiqih Sosial KH. MA. Saham Mahfudh melalui paparan berikut,

“Ketika kegiatan menulis dijadikan pekerjaan sampingan, maka ia tidak akan pernah bisa menjadi penulis profesional,” ujar Wakil Ketua PCNU Pati.

Baca juga :  Semangat Membangun Ukhuwah Melalui Khataman Al-Qur'an

Belajar menjadi faktor terpenting bagi tiap individu ketika ingin meraih sesuatu, begitu juga dengan penulis. Belajar merupakan faktor internal yang menentukan keberhasilan seorang penulis. Penulis harus mau belajar dari pemikiran/karya orang lain sebagai referensi yang nantinya akan membantu menyelesaikan sebuah tulisan.

“Yang terpenting, jangan pernah merasa gagal dan jangan berhenti berproses selama masih diberikan kesempatan untuk bernafas,” tambah Bapak Jamal mengakhiri materi kegiatan pagi tersebut. (Ziya-red)

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: