Ibadah Sosial Bantu Temukan Jalan ke Surga

IMG_20190222_220711

Oleh : Prof. Dr. KH. Imam Taufiq, M. Ag*

Di era yang semakin modern ini manusia semakin disibukkan dengan berbagai kemajuan teknologi. Bertemu dan berkumpulnya orang banyak tak jarang sama-sama sibuk memainkan handphone mereka masing-masing. Banyak pekerjaan yang hilang akibat kemajuan teknologi, dan masuk akal saja semakin banyak orang yang hanya mementingkan keperluannya sendiri tanpa peduli keadaan orang di sekitarnya.

Dari permasalahan di atas tentu Islam  sudah menyediakan solusinya. Sebagai umat Nabi Muhammad kita tak boleh lupa dengan sabda beliau bahwa “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.” Sebagai makhluk sosial, kita tak boleh egois dengan mementingkan keperluan diri sendiri saja, kita juga harus bisa memberikan manfaat kepada orang lain. Memberikan manfaat berarti memberikan kebahagiaan, kenyamanan, dan ketenangan kepada orang lain siapapun yang berinteraksi dengan kita.

Hal tersebut adalah cara agar kita menjadi manusia yang baik di samping arti Islam yang menunjukkan pasrah, ketundukan, keselamatan, totalitas, ketawadukan. Orang Islam berarti orang tunduk, orang yang patuh, orang yang tawaduk, totalitas dalam beribadah dan menyembah Allah serta selalu bisa memberikan manfaat kepada orang lain. Kita harus dapat mencontoh Allah yang selalu memberikan kebahagiaan, kebaikan, dan semua yang terbaik untuk semua hambanya.

Rosululloh juga pernah bersabda bahwa yang disebut dengan muslim adalah orang yang mampu menyelamatkan tangannya, lisannya, hartanya, jabatannya, uangnya, kekuasaannya, dan semua yang ia miliki untuk tidak membuat orang lain sakit, namun bisa membuat orang lain senang dan bahagia. Islam tidak hanya berisi Sholat, puasa, haji saja atau bukan mengenai Ibadah yang bersifat vertikal saja, namun juga bagaimana seorang muslim tersebut bisa berhubungan baik dengan manusia lain di sekitarnya.

Baca juga :  Strategi Singkat Mahir Ngapsahi Kitab Kuning

Dengan menyempurnakan Ibadah vertikal dan hoizontal tersebut, maka dapat menuntun kita menyusuri jalan pulang ke surga-Nya. Sebenarnya kita semua adalah ahli surga, hanya saja sedang dititipkan sebentar ke bumi oleh Allah. Kita akan kembali ke surga asal kita paham jalan yang benar bagaimana kita harus kembali ke surga, yaitu dengan cara ibadah. Allah berfirman “Saya tidak menciptakan kebahagiaan kepada manusia kecuali diperoleh melalui ibadah. Sebaliknya, terciptanya kesusahan, kemarahan, belenggu dan lainnya akan diperoleh oleh orang-orang yang bermaksiat kepada Allah.

Agar kita sama-sama dapat kembali ke surga, kita perlu meningkatkan kualitas ibadah kita kepada Allah, baik Ibadah Mahdoh ataupun Ibadah sosial. Ibadah Mahdoh adalah ibadah pokok yang sudah diperintahkan oleh Al-Qur’an, Hadits, dan Syariat, misalnya seperti Sholat, Zakat, Puasa, dan Haji. Sedangkan ibadah sosial adalah segala macam ibadah, aktivitas, perbuatan, niat, amalan, yang bermanfaat untuk manusia lain dan disenangi oleh Allah SWT.

*Pengasuh Ponpes Darul Falah Besongo dan Wakil Rektor II UIN Walisongo Semarang

#Dinarasikan oleh Gayuh Rijki Fadhilah dari rekaman beliau saat Mauidhoh Hasanah pada tanggal 17/2/19 dalam rangka memperingati Harlah Organisasi Kemasyarakatan AJT ke 3 di Kecamatan Gunung Pati

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: