Santri Besongo Abdikan Diri Melalui KKN Mandiri

IMG-20190224-WA0011

Gambar : Abah Imam Taufiq (Tengah baju batik) dengan santri besongo KKN Mandiri posko 81, (22/2) di Penggaron Lor

Besongo News – Genuk. Tiga belas santri putra dan putri pondok pesantren Darul Falah Besongo Semarang kelas empat, atau semester delapan mahasiswa UIN Walisongo Semarang sedang menjalankan tugas akhir pengabdiannya, berupa KKN Mandiri. Sirojul Fuad, salah satu santri putra dari asrama B6 tergabung dalam kelompok KKN Mandiri posko 81 tersebut. Berlokasi di Kelurahan Penggaron Lor, Genuk, Semarang, mereka mengabdikan diri kepada masyarakat sekitar.

Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut berlangsung sejak 10 Januari hingga 23 Februari 2019. Beberapa progam pengabdian yang mereka susun pun tak jauh berbeda dengan ilmu yang pernah mereka dapatkan dari pondok Besongo.

“Pengabdian kali ini, kami menerapkan ilmu – ilmu yang didapat dari pondok. Seperti kimia rumah tangga, hydroponik, menjahit dan masih banyak lagi. Karena sebisa mungkin kami memanfaatkan ilmu yang didapat untuk terjun langsung ke masyarakat,” jelas mahasiswa Menejemen Pendidikan Islam ( MPI ) UIN Walisongo.

Karena sudah saling mengenal satu sama lain, mereka lebih leluasa dalam menjalankan tugas yang telah dibagi sesuai porsinya.

“Semua tugas dicoba untuk dibagi sesuai porsi masing-masing. Ada yang ahli di bidang pengecatan, papanisasi, menjahit, tanam-menanam, agar mereka enjoy dalam pengerjaan tugasnya.

Parjo, Ketua RW Penggaron Lor merasa bersyukur dengan adanya mahasiswa KKN Mandiri yang notaben rata-rata santri. “Keberadaan mereka sangat membantu warga di sini (Penggaron Lor–red). Selain berkontribusi dalam masalah kemasyarakatan seperti kerja bakti, mereka juga andil dalam masalah keagamaan. Jadi, ilmu mereka di pesantren tak sia-sia dan dapat diamalkan di sini juga. ” (Rizal/red)

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: