PASCALIB #5 : “Kemampuan Berbicara itu Bakat”, Mitos atau Fakta?

IMG-20190225-WA0006

Gambar : Nur Akhsonah sedang menyempaikan materi tentang public speaking

Besongo News – Ngaliyan (24/2). Rangkaian kegiatan Pasca Liburan (Pascalib) Pesantren Besongo kembali bergulir di hari kelima. Public speaking merupakan kegiatan rutinan setiap tahunnya yang selalu dicanangkan oleh panitia, guna melatih skill santri agar dapat berbicara terbuka didepan umum.

Berlokasi di Musholla Raudlotul Jannah dengan diikuti semua santri baik puta maupun putri. Acara yang berlangsung mulai jam 08.00 ini diisi oleh Nur Askhonah, yang merupakan salah satu peserta AKSI Indonesia.

Di awal penyampaian materinya, Perempuan yang akrab disapa Mbak Asna itu bertanya kepada para santri “ Kemampuan berbicara itu bakat, mitos atau fakta? ”. Sebagian dari para santri ada yang menjawab fakta akan tapi, lebih banyak yang menjawab mitos.

Asna menjelaskan dalam kemampuan berbicra itu bukan karena bakat. Akan tetapi, dengan dilatih, belajar dan paksaan berua jam terbang “ Ternyata kemampuan seorang dalam berbicara bukan masalah bakat. Akan tetapi, dengan cara berusaha, banyaknya belajar dan jam terbang. “ Ujar Alumni Mahasiswa Ushuluddin 2019.

Dalam perjalanan untuk menjadi sseorang pembicara itu tidak langsung dari lahir. Akan tetapi, perlu adanya proses dan belajar memberanikan diri maju di depan umum.“ Jika anda merasa tidak dilahirkan untuk menjadi seorang speaker, maka berlatihlah dan terus berlatih. ” Jelas Juara 1 da’i muda tingkat nasional di Semarang.

Kenyataan dilapangan menguasai tehnik public speaking bukanlah hal yang instan. Bahkan lurah Besongo yang sering berbicara didepan umum merasa grogi. “ Sebenarnya Saya masih grogi ketika harus berbicara didepan umum” ucap Faiq ketika ditanya tentang pengalamannya. (Ilham/Rz – red)

Baca juga :  MSQ, Inovasi Baru dalam Rangka Mengasah Skill Santri

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: