PASCALIB #7 : Adakan Stadium General, Lonceng Pembelajaran Santri Besongo Mulai Dibunyikan

IMG-20190227-WA0058

Gambar : M. Ainurrofiqin saat menyampaikan materi studium general, (26/2) di Musholla Raudlotul Jannah

Besongo News – Ngaliyan (26/02). Sudah menjadi adat Pondok Pesantren Darul Falah Besongo dalam mengawali kegiatan awal semester dengan kuliah pesantren Stadium General. Stadium General ini, digambarkan sebagai sebuah lonceng peperangan, tanda awal kita untuk menyiapkan diri dalam menata hati dan niat mencari ilmu. Selain itu juga untuk membangkitkan semangat belajar dan menghilangkan virus – virus yang kita dapatkan pada masa – masa liburan lalu.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Mushola Rodlotul Jannah yang diikuti oleh seluruh santriwan dan santriwati. Diawali dengan lantunan ayat Suci Al – Qur`an dan sambutan – sambutan dari wakil para santri hingga wakil para asatid pesantren. setelah serangkaian acara dilalui lalu dilanjutkan dengan diskusi santri millenial untuk generasi tahun 2045.

Stadium General malam ini diwarnai oleh salah satu sarjana muda yang mempelopori santri sebagai pionir bangsa di tahun 2045. Beliau adalah M. Ainurrofiqin, seorang santri salaf asal Pati yang pernah merantau untuk menimba ilmu di salah satu pesantren salaf Kota Malang dan melanjutkan studi sarjananya di Universitas Brawijaya. Hingga saat ini beliau terus aktif dalam menggerakan santri agar terus memberikan energi positifnya kepada bangsa dan negara.

“Kami santri bertemu sebab niat, bertahan karena tekad, dan berpisah untuk umat”, begitu salah satu kutipan pemuda kelahiran tahun 1995 tersebut. Pemuda yang akrab disapa Mas Ai itu memberikan semangat yang sangat membara agar para santri mampu menempatkan dirinya sesuai dengan kebutuhan. Tidak memandang dirinya dengan kacamata tasawuf melainkan fiqih, dan menggunakan kacamata fiqih bukan tasawuf guna melihat orang lain.

Baca juga :  Pengasuh Besongo menghadiri pernikahan santrinya

Umurnya yang masih sangat muda, membuat Mas Ai lebih menarik perhatian para santri yang dinilai memiliki selera humor yang sama. Salah satu santri asrama B9 berpendapat “sosok mudanya membuat santri lebih tertarik untuk berdiskusi, apalagi dari stadium general semester sebelumnya yang belum pernah mengundang narasumber yang belum menikah membuat stadium general kali ini terasa sedikit berbeda. Apalagi semangat keepemudaannya yang sangat membara membuat kita terinspirasi malam ini”.(Itsna/saniya – red)

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: