PASCALIB #7 : Mencoba Berkarya dengan Mencari Sesuatu yang Beda

IMG-20190227-WA0057

Gambar : Ibnu ketika memperlihatkan film editannya, (26/2) di Asrama B 9

Besongo News – Ngliyan (26/02). Kegiatan Pasca Liburan (pascalib) Pondok Pesantren Darul Falah Besongo yang sudah dimulai 20 Februari 2019 dengan berbagai rangkaian kegiatan, telah mencapai hari ke-6, hari terakhir Pascalib. Pada hari terakhir, dilaksanakan kegiatan make to video dengan narasumber Muhammad Ibnu Rosyid Halim yang merupakan mahasisiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) UIN Walisongo Semarang.

Kegiatan opsional tersebut dilaksanakan di Perumahan Bank Niaga Blok B No.9, pukul 10.00 WIB yang pesertanya adalah santri putra dan santri putri. Kegiatan diawali dengan bacaan Bismillah dan pembacaan curriculum vitae narasumber. Dilanjutkan dengan materi yang disampaikan narasumber, pelatihan ini fokus pada video per-filman. Karena kata “pembuatan video” menurut narasumber terlalu luas sehingga perlu dibatasi.

“Sebagai generasi millenial, segala sesuatu bisa dicari, semua teori telah disediakan sehingga kita dapat mencarinya dengan mudah. Tetapi berbicara tentang teori saja tanpa praktik itu omong kosong. Karena antara teori dan praktik harus ada keseimbangan”, Ujar Mahasiswa yang tergabung dalam komunitas Cakra Indie Movie

Rosyid biasa disapa menjelaskan langkah-langkah dalam membuat video. Di antaranya ada lima yaitu; Scripting, yang merupakan jantung dari sebuah film. Scripting dibuat sebelum adanya  sutradara. Kemudian Shooting, shooting dibagi menjadi dua yaitu, pra dan produksi. Pada saat produksi inilah saat-saat pesta / asiknya membuat film. Selanjutnya Editing yang merupakan bagian tersulit dalam pembuatan film. Coloring, di tahap ini juga merupakan langkah penting agar video terlihat menarik. Langkah terakhir yaitu Rendering, tahap yang dilakukan setelah proses editing dan siap dipublikasikan.

Pemateri menyampaikan dengan sangat jelas dan ringkas sehingga pembawaannya tidak membosankan. Selain teori, peserta juga ditunjukkan hasil dari karya yang dirancangnya beserta teamnya.

Baca juga :  TOS 2018: Tata Pamong dan Administrasi

“Untuk berkarya jangan mencari sesuatu yang baru, karena sesuatu yang baru sudah tidak ada lagi. Tetapi berkaryalah dengan mencari sesuatu yang berbeda”. Tegas Mahasiswa asal Makasar

Rindang Sari Mawarni, salah satu santri putri besongo merasa mendapatkan pencerahan setelah mengikuti pelatihan make to video “ Walaupun durasinya tidak lama, tapi acaranya sangat bermanfaat selain itu narasumber juga bisa menghibur dengan video berbasis film yang di tampilkan. Kegiatan ini juga dapat memotivasi santri Besongo agar dapat mengapresiasikan karya-karyanya melalui video, dan bisa kita jadikan sarana penyiar dakwah.” ucap santri asrama A7 tersebut. (Mila/Rz – red)

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: