Tradisi Ziarah Tahunan, Sebagai Ajang Ngalap Barokah

WhatsApp Image 2019-04-04 at 22.43.17

Gambar : Ziarah Besongo di Masyayikh Buntet, (3/4) di Buntet, Cirbon

Besongo News – Cirbon. Dengan tujuan ngalap barokah, Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang mengadakan kegiatan Ziarah kearah barat Pulau Jawa sekaligus study banding di Ponpes Kebon Jambu, Babakan. Seluruh santri, pengasuh beserta keluarga, para Asatidz dan Asatidzat serta beberapa warga yang tinggal dilingkungan Pondok Pesantren turut serta memeriahkan ziarah yang berlangsung pada hari Selasa, 02 April 2019 sampai Kamis, 04 April 2019.

Kegiatan ini merupakan program Ponpes besongo yang rutin dilaksanakan satu kali setiap tahunnya. Pada tahun 2019 ini, 6 armada bus dikerahkan guna mengantarkan rombongan Ziarah Ponpes Dafa Besongo. Persiapan keberangkatan dilakukan pada pukul 20:00 WIB di Lapangan Futsal Kampus 2 Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. Pengasuh Ponpes Darul Falah Besongo, KH. Imam Taufiq atau akrab dipanggil dengan Abah Imam memimpin doa bersama sebelum keberangkatan.

“Perjalanan jauh maka semuanya harap berhati-hati. Ingat, ziarah ini perjalanan religius dan kita berniat untuk mencari barokah,” pesan Abah Imam kepada seluruh santri Besongo dan peserta ziarah lainnya seusai memimpin doa.

Bus melaju menuju kota Tegal pada pukul 21:00 WIB dengan tujuan Makam Sultan Amangkurat I di Kota Tegal. Seusai ziarah pertama ini, rombongan melanjutkan perjalanan ke Cirebon dan ziarah di Makam Sunan Gunung Jati serta Makam Syeikh Nur Jati.

Seusai ziarah dikedua tempat tersebut, peserta ziarah diberikan kesempatan beristirahat di Masjid Raya At-Taqwa Cirebon. Selain membersihkan diri, sholat, dan dilanjut dengan sarapan, seluruh santri memanfaatkan kesempatan ini untuk berfoto bersama dengan berlatar belakang Masjid Raya Cirebon. Rombongan ziarah beranjak dari Masjid tersebut menuju Babakan, Ciwaringin pada pukul 08:00 WIB.

WhatsApp Image 2019-04-04 at 22.43.18

Para santri melakukan ziarah di makam Masyayikh Ponpes Babakan kemudian dilanjut dengan kegiatan study banding di Ponpes Kebon Jambu Al-Islamy tepatnya di Kelurahan babakan, Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat. Kegiatan study banding dengan Ma’had Aly Ponpes kebon Jambu yang memiliki konsentrasi terhadap masalah kesetaraan gender ini berlangsung dengan sangat meriah hingga pukul 13:30 siang hari. Abah Imam mengatakan bahwa santri Besongo harus bisa mencontoh semangat santri kebon Jambu dan mengambil pelajaran dari Ma’had Aly Kebon Jambu sebagai bekal dalam melaksanakan visi umat Islam sebagai pembawa kedamaian dan keselamatan.

Baca juga :  Besongo: Agenda Perjalanan Studi Banding dan Ziarah 2020

Rombongan beranjak dari Ponpes Kebon Jambu menuju pusat oleh-oleh Museum Batik Cirebon dan berbelanja berbagai souvenir, makanan, pakaian, maupun kain batik sebagai buah tangan untuk dibawa ke Semarang. Setelah itu santri Besongo melanjukan perjalanan ziarah ke Ponpes Buntet, Cirebon.

Selepas Ziarah Ponpes Buntet, rombongan menuju kota Brebes dan singgah di Rumah Makan Bu Sri Brebes untuk melepaskan lelah. Ziarah kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi makam Mbah Sapuro di Pekalongan yang mana merupakan ziarah terakhir pada serangkaian acara ziarah yang dilaksanakan Ponpes Besongo. Rombongan Ponpes Besongo pun melakukan perjalanan pulang dan tiba di Semarang pada hari Kamis, pukul 02:30 WIB.

Pada serangkaian kegiatan ziarah kali ini, ada beberapa kegiatan yang telah diagendakan akan tetapi tidak jadi dilaksanakan, diantaranya adalah Ziarah Mbah Idris, mengunjungi Masjid Agung sang Cipta Rasa, Ziarah di Makam Pangeran Cakra Buana, Belanja oleh-oleh di Pemalang yang kemudian diganti dengan belanja oleh-oleh di Cirebon.

“Beberapa kegiatan harus di skip dan ada yang diganti dikarenakan menyesuaikan kondisi tempat dan waktu. Kita terlalu lama berada di Ponpes Kebon Jambu sehingga destinasi setelahnya ada yang di skip. Beberapa destinasi juga ada yang tidak jadi dikunjungi dikarenakan akses jalan yang tidak memungkinkan,” jelas Suci, panitia kegiatan ziarah.

Kendati demikian, peserta tetap menjalankan kegiatan ziarah sesuai instruksi panitia dengan berharap ngalap barokah. “Ziarah tabarukan ngalap berkah dari para Auliya, setiap orang berdoa berbeda-beda tergantung keinginan masing-masing. Seiring berjalannya waktu kita akan merasakan berkah dari ziarah ini. Aamiin,” ucap Novia, salah satu santri putri Besongo. (Rahma/Rz- red)

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: