Kolaborasi Pidato Lima Bahasa Meriahkan Peringatan Isra Mi’raj

IMG_20190413_141358

Gambar : Ilham Mudhofar ketika membawakan pidato bahasa Arab. (11/4) di Mushollah Raudlotul Jannah

Besongo News –  Ngaliyan (11/4). Peringatan Isra Mi’raj dan pembukaan Akhirussanah pesantren Darul Falah Besongo terlaksana kamis pukul 19.00 WIB. Ratusan santri menjadi partisipan acara yang juga dihadiri pengasuh, dewan asatidz, maupun tokoh masyarakat setempat.

Pembukaan dimeriahkan penampilan dari grup rebana El-Falah. Acara dipandu Intan Khumaeroh dan Rifqi Nur Fadhliyah sebagai Master Ceremonial (MC) yang mengkolaborasikan empat bahasa (Arab, Inggris, Indonesia, Jawa) kemudian dilanjutkan Tilawatul Qur’an dan sambutan.

Pidato lima bahasa menjadi acara inti kegiatan unjuk skill ini. Umi Khani (Indonesia), Naila Faizaturrizqi M (Inggris), Ilham Mudzofar (Arab), Ahris Fuadatil H (Jawa), serta Rifqi Priyatna (Sunda) merupakan santri terpilih yang berkesempatan menampilkan performa terbaiknya.

Maksud diadakannya pidato lima bahasa tak lain untuk menambah wawasan santri mengenai beragam bahasa asing dan daerah. Pesan moral tersampaikan dengan selingan candaan, sholawat, pantun, bahkan syair agar tidak membosankan audiens. Salah satunya seperti yang disampaikan Umi Khani dalam membawakan pidato bahasa Indonesia.

Isra Mi‘raj menjadi pengingat kembali untuk lebih meningkatkan kulitas sholat. Hal ini merupakan bukti sayangnya Nabi kepada umatnya dengan usaha keringanan yang dilakukan dari lima puluh waktu menjadi lima waktu,” ujar santriwati asrama B5 disela-sela pidatonya.

Antusiasme santri tetap terlihat sekalipun sudah dipenghujung acara. Apresiasi datang dari santriwan asal B17 yang merasa tertarik dengan persembahan pidato yang ditampilkan.

“Acara ini bukan hanya untuk mengetahui sejarah Isra Mi’raj, tapi juga untuk menambah wawasan mengenai berbagai bahasa, terutama bahasa Sunda yang paling berkesan karena baru pertama kali diadakan. Saya masih asing terhadap bahasa Sunda, jadi saya merasa tertarik,” ujar Samsul Mahdani.

Baca juga :  Pascalib, Santri DAFA Belajar Menanam

Mauidhoh Hasanah dari Ustadz Yusuf Al Faruq menutup acara yang berakhir pukul 22.00 WIB.  (Alfi.hd/Zy – red)

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: