Lomba Flanel dan Kaligrafi, Menjadi Lomba Pertama Akhirussanah 2019

a786b7b3-9622-4193-b96f-487b7eadcbae

Gambar : Santri putri besongo kelas 1 sedang lomba flanel. (13/4) di Aula Asrama B9

Besongo News – Ngaliyan (13/04) Akhirussanah adalah kegiatan yang menjadi khas di akhir tahun ajaran pada setiap pondok pesantren khususnya pesantren Besongo. Pesantren Besongo dari tahun-ke tahun telah melaksanakan kegiatan akhirussanah dengan berbagai perlombaan dan yang diagendakan pada setiap weekend selama kurang lebih 1-2 bulan.

Ini hari pertama pesantren Besongo mengadakan lomba akhirussanah. Lomba pertama adalah ketrampilan flannel untuk kelas 1 putri bertempat di B-9 dan lomba kaligrafi untuk santri kelas 1 putra dilaksankan di B-6. Perlombaan  dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Setelah alat dan bahan yang disediakan sudah dibagikan kepada peserta, Nur Afifah selaku penanggung jawab acara, membacakan ketentuan lomba agar tidak terjadi kecurangan selama acara berlangsung. Kemudian lomba dimulai dengan durasi waktu 2 jam kepada peserta perlombaan ini. Sebelumnya peserta sudah mendapatkan ketrampilan manik-manik dan flannel pada setiap minggunya, sehingga peserta tidak kesulitan lagi dalam mengembangkan karyanya. Dengan kreativitas dan inovasi baru, peserta mampu menciptakan hasil yang unik dan menarik bebas berkreasi sesuai keinginannya.

“Senang dan bangga melihat teman-teman berantusias mengikuti lomba flannel, dengan diadakannya lomba seperti ini semua peserta telah mencari referensi terlebih dahulu, seperti browsing dan melihat tutorial di youtube. Jadi mereka membuat ketrampilan tidak abal-abal, tetapi mereka dibiarkan ber-kreasi sesuai inovasi yang mereka dapatkan”. Ucap Maulida N Badriyah salah satu peserta dari asrama A-7 itu.

79501d01-6eff-479b-bb52-40017361d912

Gambar : Santri putra besongo lomba menulis kaligrafi. (13/4) di Aula Asrama B 17

Berbeda dengan lomba kaligrafi. Walaupun tahun ajaran ini tidak ada ketrampilan kaligrafi, tetapi panitia mengadakan lomba tersebut, karena kaligrafi adalah seni wajib yang harus dimiliki setiap santi pada pondok pesantren dan tujuan berikutnya adalah untuk mengembangkan bakat santri dalam kesenian ini.

Baca juga :  Besongo: Berpikir dan Berlaku Aswaja

 Hadil Al-Hasan mengatakan,”Saya sangat berkesan mengikuti lomba kaligrafi ini, walaupun acaranya kurang efisien karena menunggu kehadirnya juri yang memakan waktu lama, sehingga para santri kurang memaksimalkan diri dalam perlombaan. Namun terlaksananya perlombaan  kaligrafi sudah lancar karena penanggungjawab bisa mengkondisikan.”

Setelah perlombaan selesai, para peserta diminta untuk mengumpulkan hasil karya masing-masing untuk dinilai dewan juri. Dan pemenang akan diumumkan setelah runtutan lomba di weekend terlaksana, yakni pada puncak haflah akhirussanah.

Kegiatan ini bertujuan untuk evaluasi dari pembelajaran dan pengalaman yang telah diberikan kepada santri selama satu tahun, demi menumbuhkan semangat santri agar berlomba-lomba dalam kebaikan. Di samping untuk mengevaluasi pembelajaran, lomba-lomba tersebut juga dilaksanakan untuk mengasah dan mengembangkan bakat yang dimiliki santri agar dapat dimanfaatkan untuk masyarakat kelak. (Mila,Hlv/Red).

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: