Rangking 1, Menuntut Santri Peka terhadap Lingkungan

IMG-20190428-WA0029

Gambar : Enam Santri yang mengikuti babak akhir rangking 1. (27/4) di Lapangan Ushuluddin

Besongo News – Ngaliyan (27/04), Pondok Pesantren Darul Falah Besongo mengadakan perlombaan Rangking 1, sebagai salah satu rangkaian kegiatan Akhirussanah tahun 2019. Perlombaan tersebut terlaksana pagi hari di Lapangan Ushuluddin UIN Walisongo Semarang. Abah Imam Taufiq dan Umi Arikhah selaku pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Besongo turut hadir pada kegiatan tesebut sebagai penyusun soal-soal yang diujikan sekaligus sebagai juri perlombaan.

Pengasuh pesantren Besongo yang akrab disapa Abah Imam dan Umi Arikhah, mengajukan soal-soal pengetahuan seputar Pondok Pesantren dan lingkungan sekitar. “ Adanya soal seputar pengetahuan santri tentang lingkungannya itu penting karena disini santri dituntut untuk menjadi seseorang yang peka terhadap lingkungan. “ Ujar Umi Arikhah

Salah satu peserta perlombaan Rangking 1 juga mengakui bahwa pertanyaan yang diajukan Abah dan Umi menguji pengetahuan dan kepekaan santri.

“Pertanyaan yang diajukan Abah dan Umi tentang pengetahuan. Contohnya seperti, pertanyaan mengenai nama akun pondok dafa besongo, Kemudian menjawab nama asli bu Ning (Salah satu penjual nasi dan gorengan di lingkungan pesantren).” ujar Liya Naurur Rohmah, salah satu peserta Rangking 1 dari Kelompok Rose Pink.

Lomba Rangking 1 kali ini di ikuti oleh kurang lebih 200 peserta yang dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu 16 kelompok santri putri dan 6 kelompok santri. Santri putri memakai jilbab sewarna dengan anggota kelompok masing-masing, sedangkan santri putra memakai baju dengan warna yang berbeda antara kelompok satu dengan yang lainnya.

Dari 200-an peserta, hanya enam orang santri yang berhasil lolos dari babak penyisihan menuju babak semifinal, yang mana pertanyaan pada babak ini ditanyakan langsung oleh Umi Arikhah kepada para santri.

Baca juga :  Debat Kandidat Antarkan Faiq Jadi Lurah Besongo

Pada babak semifinal ini, Umi menanyakan tentang pengetahuan ayat al-Qur’an yaitu tebak surat dan ayat Al-Qur’an. Adapun peserta yang lolos ke babak final berjumlah 3 orang yang kemudian diberikan perintah untuk menuliskan Sholawat Fatih yang dikoreksi langsung oleh Abah Imam. Setelah itu, para finalis maju ke hadapan Abah untuk membaca syarah Kitab Fathul Qorib beserta makna nya secara lantang.

Keputusan pemenang Rangking 1 langsung diumumkan setelah pembacaan kitab kuning tersebut. Kamalatus Sholihah, salah satu santri Asrama A-7 lah yang meraih gelar juara Rangking 1 pada kegiatan ini. Seusai pengumuman pemenang dan ucapan selamat kepada pemenang, acara ditutup dengan menyanyikan lagu Syubbanul Wathan dan do’a penutup. (Rahma/Au – red)

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: