Eksistensi Wajah Pesantren di Era Millenial

 

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Salam hangat terucap untuk pembaca setia bulletin Al-Qalam…

Alhamdulillah, segala uji bagi Allah ‘Azza Wa Jalla. Atas rahmat, taufiq serta inayah-Nya, kami tetap diberi akal pikiran sehingga dapat menerbitkan kembali bulletin  Al-Qalam yang kali ini menginjak edisi ke-7. Lantunan sholawat serta salam tak lupa kami sanjungkan kepada beliau Nabi Muhammad Shollallahu ‘Alaihi Wasallam yang patut kita teladani akhlak al-karimah beliau. Karena jasa beliau yang telah membawa kita semua menuju zaman islami. Kami ucapkan terimakasih kepada semua anggota redaksi Al-Qalam atas kerja keras dalam pembuatan bulletin dan seluruh pihak yang telah berupaya membantu dan mendampingi kami.

Dalam pembuatan edisi kali ini, kami sudah agak bisa bernafas lega, setelah beberapa kali rintangan dan hambatan selalu menghalangi proses pembuatan Al-Qalam. Namun, setelah melalui proses yang begitu panjang, rasa percaya diri dan rasa optimis tinggi kembali terbangun. Sehingga bulletin kesayangan kita dapat hadir kembali.

Rintangan serta halangan yang menghadang bukanlah tanpa sebab. Berbagai kejadian di luar dugaan menyebabkan lamanya proses pembuatan. Itu semua bukan karena alasan, tetapi keterbatasn waktu yang dimiliki untuk mencari berita, data dan juga padatnya kegiayan kuliah kami. Sebuah perjuangan yang tak mudah bagi kami merangkai kata demi kata, sehingga menjadi sebuah tulisan yang bermanfaat. Dan semua itu telah tewujud dalam penerbitan bulletin Al-Qalam edisi ke-7 dengan tema “Eksistensi Wajah  Pesantren di Era Millenial”.

Di setiap rubik, pembaca akan menemukan informasi mengenai bersikap bijaknya santri pada media sosail. Karena media sosial bukanlah bencana bagi seorang santri. Sebagaimana mungkin santri harus bisa mengendalikan dan mempunyai sikap tabayyun agar tidak mudah diperbudak oleh media sosial. Selain itu, Era mellenial juga bisa menjadi ajang oleh santri untuk mengeksplore segala konten yang bersifat perdamaian. Di situlah peran besar seorang santri agar tetap kukuh menjaga nama baik santri agar tetap eksis meski zaman berubah-ubah

Baca juga :  Pesantren dan Organisasi Radikal Multinasional (Sociological Prespective)

Sebelum pembaca berselancar lebih jauh dari setiap bait Al-Qalam. Tim redaksi menyadari bahwa kami belum sepenuhnya sempurna. Oleh karena itu, kami sangatlah membutuhkan kritik dan saran yang membangun sebagai bahan evaluasi kami sehingga bisa lebih baik pada penerbitan selanjutnya.

Akhir kata, atassegala kekhilafan, kami atas nama besar redaksi Al-Qalam memohon maaf yang sebesar-besarnya.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabaroktuh.

 

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: