Pengkukuhan Tradisi Islam melalui Tulisan

IMG-20181118-WA0112

Menulis, dalam tradisi Islam pernah mengalami masa keemasan. Namun kini, budaya menulis cenderung menurun dibandingkan dengan zaman dahulu. Terbukti, di tanah air saat ini hanya beberapa ulama saja yang karyanya telah diterjemahkan dalam bahasa Asing, seperti almarhum K.H. Abdrurrahman Wahid atau Gus Dur.

Melihat kondisi tersebut, perlu sebuah usaha untuk membangkitkan kembali gairah menulis anak muda saat ini, khususnya kaum santri.Menulis sejatinya menemukan siapa dan bagaimana sesungguhnya jatidirisantri. Karena dalam menulis, ada momen di mana kita bisa bercakap-cakap tentang isi hati dan pikiran. Pendeknya, “Menulis adalah salah satu jalan menuju Tuhan. Jikalau bersama bumi dan matahari belajar tentang keihklasan, dengan menulis, seorang penulis belajar tentang kearifan”.

Darul Falah beongo merupakan pesantren yang telah menerapkan menulis sebagai salah satu kegiatan pengkajian disamping pengkajian kitab dan bahasa. Oleh pengasuh diberi waktu setiap kamis malam untuk kelas kepenulisan. Seperti halnya kegiatan lain, kepenulisan pun dibagi tiap kelas dengan konsentrasi bidang yang berbeda pula. Kelas satu bahan ajar lebih kepada berita dan teknik penulisan berita, serta praktek menulis berita. Kelas dua ada dua focus pembelajaranya yaitu teknik penulisan artikel dan resensi. Kelas kepenulisan karya tulis ilmiah diberikan kepada kelas tiga, dan bahan pembelajaran menulis bagi kelas empat adalah skripsi, mengingat kelas empat adalah kelas tertinggi dan para santrinya pun telah memasuki semester tujuh dengan penyelesaian tugas akhirya skripsi. Diharapkan kelas empat dapat segera menyelesaikan skripsinya melalui kelas kepenulisan skripsi ini.

Adanya kelas kepenulisan, juga mendapat respon positif dari berbagai pihak dan mendapatkan follow up dari devisi Humas dan Informasi, sebagai salah satu devisi dalam kepengurusan Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Masa Khidmah 2018-2019 Sehingga dari Humas dan Informasi dibentuklah sebuah wadah untuk menampung kreativitas para santri dalam bidang menulis. Tak hanya soal menulis, akan tetapi meliahta antusias para santri yang juga kepo dengan design. Maka dari itu, inisiatif devisi Humas dan Informasi membuat wadah santri menulis dandesain, yang diberi nama Besongo writing and design. Kegiatan baru ini diadakan satu minggu sekali setiap sabtu sore dan berharapakan terus berlangsung sampai kapan pun meskipun telah berganti kepengurusan, baik dari Humas dan Informasi maupun crew redaksi Al-Qolam sebagai pensupport kegiatan tersebut.

Baca juga :  FOMO, Fear of Missing Out

Kegiatan ini berlokasi di Madin Raudlotul Jannah diikuti oleh seluruh  santri khususnya anggota dan kader buletin Al-Qolam. Pimpinan redaksi Al-Qolam M. Aulia Rizal F mengatakan bahwa, “Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memberikan bekal pengetahuan ilmu jurnalistik kepada santri karena melihat perkembangan zaman yang begitu cepat, sehingga para santri harus memiliki skill jurnalistik untuk menghadapinya. Materi yang diberikanketikapelatihanyaitu teknik menulis berita yang baik dan benar, pembuatan artikel, pelatihan desain dan pembuatan karya tulis lainnya”. (Nashrul/red)

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: