Petuah Pengasuh dan Lurah Baru Masa Khidmah 2019-2020

DSC00265.JPG

Semarang, selasa/29 September 2019 pondok pesantren Darul Falah Besongo, melakukan pelantikan pengurus masa khidmah 2019-202 yang dihadiri langsung oleh pengasuh (Prof. Dr KH. Imam Taufiq dan Hj. Umi Arikhah), para asatidz dan seluruh santri. Acara tersebut berlangsung di musholla Raudhatul Jannah Perumahan Bank Niaga.

Dalam sambutan ketua umum (lurah) Gayuh Rijki Fadillah mengharapkan agar para pengurus dan santri mau bekerja sama, tidak ada perbedaan untuk berkidmah. Semua persoalan yang akan dihadapi kedepan akan menjadi suatu proses untuk belajar bersama-sama. “Peduli itu ada karena saling memiliki”. tambahnya.
Prof. Dr KH. Imam Taufiq selaku pimpinan dalam sambutannya menyampaikan pesan agar para santri selalu dihimbau dan diingatkan agar selalu dan mau untuk berkhidmah di pondok, tidak malas-malasan lagi bahkan jangan sampai menghosob, melainkan harus selalu aktif, progresif dan inovatif, “saya masih heran dengan santri sekarang, sandal umi yang dindalem saja masih ada yang ghosob, lah pas dicari ternyata diasrama B9” ungkap Pengasuh PP. Darul Falah Besongo Semarang.
Dikepengurusan tahun ini diharapkan para pengurus dan santri semua harus saling dan selalu menjaga kekompakan dan kerja samanya, karena tanpa itu semua sulit sekali untuk menyelesaikan suatu kegiatan dan permasalahan yang akan dihadapi. Tanpa adanya pengurus, Sistem pembelajaran dipondok akan berantakan, maka dari itu para santri dihimbau untuk ikut berpartisipasi didalamnya sekaligus mencari barakah/Ridho Kyai. “Dengan demikian, Perlunya kita bangun dan implementasikan kekompakan serta kerja sama tersebut” jelasnya.
Prof. Dr KH. Imam Taufiq juga menghimbau kepada para santri untuk bisa dan mampu dalam berbahasa Arab dan Inggris, karena bahasa juga merupakan suatu yang penting dalam bermasyarakat. Apalagi ditahun depan akan ada asrama santri di UIN Walisongo, tentu ini bakal menjadi saingan tersendiri bagi pondok, “Saya ingin santri Besongo bisa berbahasa Arab dan Inggris, agar apa! Agar ada yang ditonjolkan dari Besongo sendiri selain ngaji kitabnya”. Ucap beliau. (a)_read.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: