Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Peringati Maulid Nabi

Ust. Abdul Hamid Noor ketika menyampaikan mauhidzoh hasanah
Ust. Abdul Hamid Noor ketika menyampaikan mauhidzoh hasanah

 

Pondok Pesantren Darul Falah Besongo adakan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW pada Sabtu, (09/11). Dengan tema “Cinta Rasul Menghantarkan Generasi Milenial Menuju Indonesia Damai” yang dilakukan di Musholah Raoudlatu Jannah, Perumahan Bank Niaga. Acara dibuka langsung oleh K.H Imam Taufiq selaku pengasuh pondok. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa memperingati maulid nabi juga sebagai bentuk cinta pada negeri,” Orang yang cinta rasul pasti akan mencintai negaranya, orang yang sayang dan rindu nabi pasti akan meneguhkan komitmen-komitmen nasionalismenya.” Ucapnya.

Dilanjutkan dengan pidato lima bahasa oleh Wahyu Dwiyanto (Bahasa Inggris), Nia Salsabila (Bahasa Indonesia), Amrina Rosyada (Bahasa Arab), Fauzan Sidik (Bahasa Sunda), dan Putri Rizkyatul (Bahasa Jawa). Kemudian diteruskan mauhidzoh hasanah yang disampaikan oleh Ust. Abdul Hamid Noor. Beliau mengutip sebuah hadist qudsi,”Laulaka laulaka maa khalaqtu aflak, alam ini tercipta karena adanya nur Muhammad, kalau bukan karena engkau Muhammad, aku tidak akan menciptakan cakrawala.” Ungkapnya.

Sebagai umat yang cinta dan rindu pada nabinya, sudah selayaknya maulid nabi diperingati,”Maulid itu sebagai bentuk rasa cinta kita kepada nabi, caranya dengan memperbanyak sholawat dan menjalankan perintah Allah.” Tegasnya.

Beliau menambahkan, beruntunglah jika mempunyai guru yang memiliki sanad sampai nabi Muhammad. Jadi, ketika mengaji tidak hanya sekedar mengaji. Melainkan juga akan lebih diakui sebagai umatnya nabi, karena sanad keilmuan yang pasti.

Sebagai umat yang cinta pada nabi sudah sepatutnya untuk meniru dan mengamalkan ajarannya, terutama tentang akhlaknya. “Nabi iku akhlak e inggil, nak ono wong sing luweh tuo dihormati, wong sing jabatane luweh dukur dihormati, nak ono wong sing luweh ngisor e yo disayangi, iku lah nabi” (Nabi itu akhlaknya tinggi, kalau ada orang yang lebih tua dihormati, orang yang lebih tinggi jabatannya dihormati, dan kalau ada orang yang lebih rendah disayangi, itulah nabi), tutur Ust. Hamid Dosen Bahasa Arab Universitas Muria Kudus. (AndreW/red)

Baca juga :  Si APIK, Sabet Juara 1 Kompetisi SHEVENT 2018

 

 

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: