Ngaji Babagan “Rumah Tangga Sakinah”

Suasana Ngaji Babagan
Suasana Ngaji Babagan di Rumah Dinas oleh Nyai Arikhah 

Ngaliyan,10/11) Pernikahan merupakan wujud cinta secara nyata di dunia yang nantinya akan terbentuk menjadi rumah tangga. Dalam berumah tangga atau berkeluarga hendaklah dilandasi dengan niatan beribadah, karena dengan motivasi awal cinta kepada Allah SWT, kehidupan rumah tangga akan berjalan hamonis. Setiap insan tentunya mempunyai mimpi-mimpi berkeluarga guna mencapai sebuah tujuan bersama.

Pasangan suami istri bagaikan sepasang kaki, yang saling melengkapi dan berjalan bersama menuju tujuan yang diinginkan. Artinya, dalam berkeluarga suami dan istri mempunyai peranan yang sama dalam membangun rumah tangga. Jangan jadikan keluarga sebagai arena “ring tinju” yang selalu bertengkar untuk menentukan siapa yang paling kuat dan berperan dalam keluarga. Jika terjadi masalah maka berdialoglah dengan benar, sejatinya seseorang tidak bisa sukses sendiri tanpa campur tangan orang lain.tapi

Konsep berkeluarga juga dapat dianalogikan sebagai bahtera (kapal) yang membawa kita sampai pada tujuan yang diinginkan (dalam berkeluarga). Dalam perjalanannya sesekali akan menghadapi badai dan ombak besar, sama halnya dengan berkeluarga yang sesekali ditimpa masalah, ditimpa kebosanan dan ketidaksaling pengertian. Namun, disinilah keputusan dibuat, bahtera yang telah dibangun dan dijalankan, akan dibiarkan karam dan berakhir atau mencari solusi dan meneruskan kembali perjalanan sampai pada tujuan.

Sebelum berkeluarga kita mengenal istilah cinta (mahabbah), maka jika dalam berkeluarga dilandasi oleh cinta, rasa sayang itu akan menibulkan pengabdian terhadap sesama yang kemudian akan tercapainya suatu tujuan,yakni sakinah. Fase menemukan cinta akan ditandai dengan kepedulian, perhatian dan rasa ingin mengetahui, yang kemudian akan menumbuhkan rasa cinta dengan mengagungkan, mengagumi dan terpesona. Pada akhirnya, kita akan merasakan cinta dengan rasa nyaman bersamanya dan tergantung padanya. Demikian kita akan memelihara dan menjaga cinta itu dengan selalu memahaminya dan membuatnya bahagia.

Baca juga :  TOS 2018: Outbound

“ Tujuan dari berkeluarga dengan dilandasi oleh cinta adalah timbulnya sakinah (rasa ayem dan tenang),pada akhirnya akan menciptakan keluarga yang harmonis,” pungkas Umi Arikhah diakhir materi yang disampaikan kepada santri-santri Pondok Darul Falah Be-songo. (A.M/red)

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: