Pelatihan TOEFL: Tips dan Trik Sukses TOEFL

Suasana Pelatihan TOEFL Pascalib 2020
Suasana Pelatihan TOEFL Pascalib 2020

 

Be-songo.or.id – Ngaliyan (24/01) Pesantren Darul Falah Besongo mengadakan pelatihan TOEFL (Test Of English as a Foreign Language) pada kegiatan pasca liburan tahun 2020. Acara ini diadakan rutinan setiap usai liburan pondok di semester gasal. Kegiatan yang diikuti oleh sebagian santri putra dan putri ini diadakan di asrama B9 perumahan Bank Niaga, Tambakaji, Ngaliyan, Semarang.

Pelatihan ini juga menghadirkan dosen Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, sebagai narasumber Elysa Najachah dan Ika Nur Fitriani. Acara yang berlangsung pada pagi hari itu diawali dengan cerita pengalaman oleh narasumber dalam mengerjakan tes TOEFL dan memberikan tips dan trik nya. Ika menerangkan bahwa dalam tes TOEFL terdiri dari tiga tipe soal, mendengarkan (listening), struktur bahasa (grammar) dan membaca (reading).

Tipe soal mendengarkan (listening) terdiri dari 50 soal, struktur bahasa (grammar) terdiri dari 40 soal, dan membaca (reading) 50 soal. Ika juga menjelaskan, target minimal lulus tes TOEFL di UIN Walisongo adalah 400 skor dengan prediksi soal benar mendengarkan (listening) 15-16 soal, struktur bahasa (grammar) 16 soal, membaca (reading) 20 soal.
“Section satu listening terdiri dari 50 soal, jika kita mengerjakannya benar semua maka skor yang didapat 680, jika targetnya 400 minimal soal yang terjawab dengan benar 15-16 soal, pada Section dua struktur/grammar terdiri dari 40 soal, untuk mendapatkan target skor 400 minimal soal yang terjawab dengan benar 16 soal, Section tiga reading terdiri dari 50 soal, untuk mendapat skor 400 minimal soal yang dijawab dengan benar sebanyak 20 soal.” Ujar Ika.

Di tengah acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu dan dijawab langsung oleh Elysa mengenai berbagai kesulitan pada tes TOEFL. Di akhir acara diadakan simulasi dan pembahasan soal-soal tes TOEFL melalui Kuis di internet dan soal dalam bentuk dokumen pdf.
Salah seorang santri Pondok Pesantren Darul Falah Besongo yang mengikuti pelatihan ini, Nia salsabila menanggapi bahwa pelatihan TOEFL sangat penting, karena dengan begitu para santri akan lebih mengetahui tentang cara penilaian dalam tes TOEFL khususnya di UIN Walisongo. Dia juga mengatakan bahwa tes TOEFL menggunakan bahasa yang tingkat kesulitannya lebih tinggi daripada beberapa soal tes bahasa inggris lainnya.
“Pelatihan TOEFL penting banget sebenarnya bagi setiap mahasiswa, dan dengan diadakannya pelatihan TOEFL ini menjadikan kita tahu tentang cara penilaian dalam tes TOEFL. Dan sepengetahuanku tes TOEFL itu tingkat kesulitannya lebih tinggi daripada mengerjakan soal bahasa inggris yang biasa kita pelajari. ” Tegas santri asal Subang tersebut.

Baca juga :  Bahtsul Masa’il Besongo, Fenomena Make up waterproof

Penulis: Widodo Febri Utomo

Editor: Taufiq Abdillah

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: