Fiqih Aulawiyah; Memilah Hal-hal yang Prioritas

Suasana ketika Ust. Luthfi Rahman menyampaikan materi Fiqih Aulawiyah
Suasana ketika Ust. Luthfi Rahman menyampaikan materi Fiqih Aulawiyah

 

Besongo.or.id – Pesantren besongo adakan kajian Fiqih Aulawiyah sebagai rangkaian kegiatan Pascalib (Pasca Liburan) Kamis, (23/01/20) dengan Ustadz Lutfi sebagai pembicara. Fiqih Aulawiyah kali ini menjelaskan perbedaan antara syariat islam dengan fiqih.

Syariat islam merupakan suatu wadah besar mencakup fiqih, tauhid, tasawuf, dan lainnya. Sedangkan fiqih merupakan ilmu dalam syariat islam yang khusus membahas persoalan hukum yang mengatur berbagai aspek kehidupan manusia baik hubungan manusia dengan manusia maupun manusia dengan Tuhan.
Fiqih aulawiyah muncul karena adanya hierarki keimanan (gradasi tingkat keimanan) yang berkaitan dengan “al-imanu yaziidu wa yanqusu” (iman itu bisa bertambah dan berkurang) dan adanya hierarki amal yang merupakan “ayyul a’mali Afdhol” (manakah amal yang paling utama).

“Fiqih aulawiyah memberikan pertimbangan antara maslahat dan kerusakan, antara kebaikan dan kejelekan dimana apabila hal ini yang saling bertentangan bertemu satu sama lainnya. Dalam usul fiqih kasus semacam ini dapat diselesaikan dengan kaidah usul fiqh “Dar ul mafaasid muqaddamun ala jalbi mashalih” menolak kerusakan didahulukan daripada mengambil (manfaat) kebaikan dalam hal konteks tertentu.” Ujar Ustadz Lutfi.

Fiqih prioritas mengharuskan mendahulukan dhoruriyat (primer) atas hajiyat (sekunder) dan terlebih lagi mendahulukan atas tahsiniyyat (tersier).

Ustadz Lutfi menjelaskan, ”Adanya fiqih aulawiyah membuat seseorang akan mampu memilih mana yang lebih diprioritaskan olehnya atas sesuatu lainnya, baik dari masalah agama, ekonomi, budaya, sosial dan lainnya.’’
Banyak sekali materi yang yang disampaikan oleh ustad Lutfi terkait fiqih aulawiyah, seperti memprioritaskan persoalan usul dari persoalan furu, memprioritaskan amalan fardhu dari amalan sunnah dan nafilah, memprioritaskan amalan terkait hak dengan manusia dari amalan terkait hak dengan Allah.

fiqih aulawiyah ini mengajari kita untuk bagaimana kita bersikap meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat dan memprioritaskan hal yang lebih penting.
“Saya harap para santri sekaligus mahasiswa semester tua agar memperioritaskan hal-hal yang mampu membuat lulus tepat waktu. Kelulusan tepat waktu bagi saya adalah penting, karena pertimbangannya ialah orang tua, semakin kalian telat lulus semakin kasihan orang tua kalian. Oleh karenanya orang yang selalu ijtihad keras untuk menyelesaikan skripsi, IMKA, TOEFL dan sebagainya adalah hal-hal yang prioritas yang menghantarkan kelulusan tepat waktu Tutup Ustadz Lutfi.

Baca juga :  Perang Visi Misi antar Lurah Besongo 2018/2019

Penulis: Shobibur Rizki Maulana
Editor: Ati Auliyaur Rohmah

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: