Muslim Physical And Spiritual Health: Expert of Rejuvenasi Otak dan Qalbu


Dr. Sulaeman ketika menyampaikan materi Muslim Physical and Spritual Health

Dr. Sulaeman ketika menyampaikan materi Muslim Physical and Spritual Health

 

Be-songo.or.id – Ngaliyan (26/01) Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang melaksanakan rangkaian kegiatan pasca liburan tahun 2020. Kegiatan yang sudah dimulai sejak tanggal 20 Februari ini di isi dengan beberapa materi serta berbagai pelatihan life skill. Di adakannya pasca libran ini guna untuk meningkatkan pengetahuan santri serta meningkatkan bakat minat santri pada suatu bidang tertentu. Pada hari ke-tujuh kegiatan pasca liburan ini telah di isi dengan materi Muslim Physical And Spiritual Health yang dipaparkan oleh narasumber Dr. H. Sulaiman Al-Kumayi, M.Ag. selaku Pakar Psikoterapi Islam. Kegiatan tersebut dilaksanakan di asrama B9 yang dimoderatori oleh saudara Hidayaturrahman.

Dalam materi yang dipaparkan oleh Ketua Umum KOTATERAPI sekaligus Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan FUHUM tersebut, beliau mengatakan “Expert of Rejuvenasi Otak dan Qalbu (R-O-Q Model) Grief Sufism, yaitu suatu proses untuk melahirkan kembali eksistensi diri dengan melakukan perubahan yang sangat nyata sehingga dapat mengubah persepsi, citra, dan penilaian yang jauh lebih positif antara otak dan qalbu”. Dipaparkan pula mengenai Self Healing of Grief (menyembuhkan diri sendiri dari kedukaan) dengan memandu otak dan qalbu.

Beliau juga menjelaskan mengenai kesehatan spiritual. Menurut beliau jantung adalah inti dari spiritualitas, keinginan untuk menjadi bermakna yang menjadi pembeda penting fungsi otak manusia dibandingkan dengan otak makhluk lain. Itu juga yang dimaksud dengan The Meaning of Life yang memiliki tiga fungsi, yaitu decision making, future planning, dan social judgement. “Orang yang sehat itu berpikir besar (luas), bearti orang itu sehat secara spiritual” tegasnya.

Bukan hanya itu, beliau juga memaparkan materi mengenai proses berpikir. Menurut beliau, ada tujuh sumber yang memberi kekuatan luar biasa pada proses berpikir, antara lain orang tua, keluarga, masyarakat, sekolah, teman, media massa, serta diri sendiri. Kemudian dari proses berpikir tersebut melahirkan pengetahuan, pemahaman, nilai, keyakinan, serta prinsip. “Sedangkan, perihal menyentuh qalbu melalui sebuah kasus ekspresi kedukaan misalnya, dapat memegang erat empat kunci, yaitu ciptakan kata-kata sugesti, berlapang dada, bersyukur, memohon kekuatan, dan beristighfar atau memohon ampunan kepada Allah” tegas narasumber tersebut.

Maka dari itu proses berpikir sangat penting dalam kehidupan individu sendiri, di mana individu tersebut dapat menemukan pengetahuan baru kemudian mencoba untuk memahaminya dengan nilai dan keyakinan yang ia temukan. Dengan berpikir positif dan menjauhi pikiran negatif akan dapat memunculkan semangat suatu individu.

Setelah narasumber selesai menyampaikan materi kepada santri, kegiatan pascalib ini diisi dengan sesi diskusi serta tanya jawab antara santri dengan pemateri. Begitu pula respon santri terhadap acara tersebut. “Dari materi tersebut, kita sebagai santri bisa belajar memahami jika teman kita sedang berada dalam suatu masalah tertentu. Bukan malah kita menghindari, tapi kita mencoba untuk mendekati dan membantu menyelesaikan masalahnya.” Jelas Nurya Mekka Arfa, salah seorang santri putri Pesantren Darul Falah Besongo Semarang.

Penulis: Nadiya Rahma

Editor: Andre Wijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>