Make To video: Pengambilan Foto dan Video

Suasana ketika Bahrudin Darmawan menunjukkan cara pengambilan foto kepada para santri
Suasana ketika Bahrudin Darmawan menunjukkan cara pengambilan foto kepada para santri

Be-songo.or.id – Ngaliyan (27/01) Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang melaksanakan rangkaian kegiatan pasca liburan tahun 2020. Kegiatan yang sudah dimulai sejak tanggal 20 Januari ini di isi dengan beberapa materi serta mengasah daya pikir santri. Di adakannya pasca liburan ini guna untuk meningkatkan potensi santri serta meningkatkan bakat minat santri pada suatu bidang tertentu. Pada hari kedelapan kegiatan pasca liburan ini telah di isi dengan materi Make to video yang dipaparkan oleh narasumber Bahrudin Darmawan, Sos.i. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Mushola Raudhatul Jannah yang dimoderatori oleh saudari Nadiyaturrahma.

Dalam materi tersebut beliau memaparkan bahwa sering kita jumpai banyak dari teman-teman kalo memotret sebuah objek kadang-kadang udah bagus, ketika dipencet tombol cekrek tiba-tiba ada seorang anak kecil lari atau ada pihak-pihak yang berkenan disitu, bisa di bilang sering ada objek-objek yang kadang-kadang diluar keinginan kalian semua.

Beliau menjelaskan sekaligus menunjukkan mengenai cara pengambilan foto dan video yang baik. Jika kanan kiri atas bawahnya tidak ada objek yang menarik di sekelilingnya berarti objek harus ada ditengah dan kalau tidak ada alasan kuat yang mendukung untuk berubah posisi, tetap berada di posisi semula, “Ketika objek memandang sebelah kiri, kasih ruang itu untuk mewakili pandangan si objek walaupun objek tersebut tidak memandang si opininya tapi itu ada ruang untuk mewakili pandangan” ucapnya.

Bukan hanya itu, Bahrudin Darmawan juga memaparkan materi mengenai pemotretan pada objek. Menurutnya, ada dua cara yang kita lakukan agar foto itu menjadikan gelap terus yaitu Menambahkan flash atau lampu sehingga wajah si objek tersebut bisa terang dan pindah posisi, “Jangan sampai membelakangi hal atau sesuatu yang lebih terang” Tuturnya.

Sering banyak kita jumpai anak mahasiswa, anak pondok dan lainnya itu menggunakan teknik-teknik atau sebuah cara walaupun kita memotret nya cuma dengan Handphone tanpa melalui alat bantu DSLR Camera yang katanya jauh lebih bagus hasilnya.

Beliau juga menghimbau untuk selalu support teman-teman kita yang sudah mau membuat video atau konten lainnya. Jangan pernah mengejek atau menghujat karya dari temannya “Helleh, cuma kek gini doang. Seperti apapun itu adalah karya orang, pasti dia akan membuat sebaik mungkin sesuai kemampuannya, dan belum tentu dari diri kita sendiri membuat karya seperti itu. Setiap karya dari teman-teman tetap kita apresiasi atau kalau tidak kita membuat karya seperti itu, sebagai bentuk pelatihan dan pembelajaran” tegasnya.

Penulis: Abdullah Nabilul Mas’ud

Editor: Andre Wijaya

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *