Bahtsul Masail Jilid II: Dilema Cashback dan Fasilitas Umum

Suasan Bahtsul Masail jilid II di Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang
Suasan Bahtsul Masail jilid II di Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang

Besongo.or.id – Sabtu, 29/02/2020. Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang adakan kegiatan Bahtsul Masail jilid dua, membahas tentang dilema cashback dan dilema kesucian fasilitas umum. Acara dilaksanakan di Musholla Raudhotul Jannah.

Acara diawali dengan pembukaan oleh rebana el-Falah, kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh abah Muhyar Fanani selaku pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang, ustadz Tajudin Arafat, dan ketua panitia Dinda Niswatul Ummah. Acara ini dihadiri para asatidz pondok, diantaranya ustadz Tajudin dan ustadz Anam sebagai mushahih, ustadz Ulum, ustadz Kharis, ustadz Faruq dan ustadzah I’anah sebagai muharir (perumus).

Adanya bahtsul masail sangatlah bermanfaat bagi santri, karena selain sebagai tempat diskusi dan berargumentasi juga sebagai wadah penambah informasi dan referensi bagi santri.

Bahtsul masail harus terus dilanjutkan, bahkan kalau bisa jangan satu tahun sekali, karena permasalahan datang setiap hari,” pesan abah Muhyar Fanani kepada para santri.

Bahtsul masail menjadi forum bagi para santri dalam menyelesaikan suatu permasalahan, dengan harapan dapat ditemukannya penyelesaian dalam suatu persoalan secara mufakat.
“Tujuan bahtsul masail ini menjadikan wadah para santri agar tetap mempertahankan nilai-nilai yang telah diajarkan oleh ulama salafi, salah satunya dengan musyawarah, meskipun kebenaran adalah segalanya, akan tetapi kebersamaan dalam mencapai kebenaran itulah yang yang lebih utama,” ujar Dinda selaku ketua panitia bahtsul masail jilid 2.

Acara ini mendapat respon positif dari para santri, ketika kru Be-songo.or.id mewawancarai salah satu santri bagaimana tanggapannya tentang bahtsul masail. “Kegiatan bahtsul masail seperti ini sangat baik, karena memberikan pengetahuan bagi santri tentang permasalahan-permasalahan yang terjadi di zaman milenial ini, dengan merujuk kita kuning. Dan bahtsul masail merupakan salah satu nilai dari tradisi pesantren harus tetap dipertahankan,” ucap Labib salah satu santri Pondok Pesantren Darul Falah Besongo.

Baca juga :  Mentradisikan Shalawat dan Wirid dalam Kehidupan

Penulis: Maulana Jadid

Editor: Andre Wijaya

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: