Pesantren Besongo Adakan Keterampilan Pembuatan Hand Sanitizer Sebagai Upaya Pencegahan COVID-19

Proses Pembuatan Hand Sanitizer yang dibimbing oleh Bu Malikhatul Hidayah (Ketua Program Studi Kimia UIN Walisongo)
Proses Pembuatan Hand Sanitizer yang dibimbing oleh Bu Malikhatul Hidayah (Ketua Program Studi Kimia UIN Walisongo)

Be-songo.or.id – Selasa (17/03), Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang bersama Ibu Malikhatul Hidayah membuat larutan hand sanitizer untuk pencegahan penyebaran virus corona (COVID-19).

Pembuatan larutan hand sanitizer dilakukan oleh santri kelas 4 angkatan 2016, di madin Raudhotul Jannah Perumahan Bank Niaga, Tambakaji, Ngaliyan Semarang.

 

Pembuatan hand sanitizer pada situasi saat ini (maraknya penyebaran virus Corona) dirasa sangat baik dan perlu dilakukan, untuk memenuhi kebutuhan lingkungan terutama bagi Pondok Pesantren Darul Falah Besongo sendiri, guna mencegah para santri supaya tidak mudah terkontaminasi virus Corona.

Mencuci tangan dengan hand sanitizer sangat efektif membunuh bakteri, untuk dapat membunuh virus sebaiknya menggunakan kandungan alkohol pro analis (PA) yang memiliki standar terbaik dengan kemurnian 99%.

“Saat maraknya virus corona ini, kami selaku orang yang berpendidikan dan bergelut di bidang kimia, saya ingin ilmu saya berguna untuk masyarakat. Dalam hal ini saya mengkonsepkan ilmu saya untuk pembuatan hand sanitizer. Ada perbedaan antara alkohol yang digunakan dalam produk hand sanitizer, alkohol teknis yang biasa dijual di pasaran dan alkohol pro analis (PA) yang kita pakai saat ini dengan kualitas kemurnian 99% sehingga efektif untuk membunuh virus,” ujar Malikhatul Hidayah selaku Ketua Prodi Kimia UIN Walisongo.

 

Komposisi untuk pembuatan dalam 5 liter larutan hand sanitizer antara lain alkohol PA 99% atau isopropil alkohol 96% sebanyak 3,9 liter, aquades sebanyak 1 liter, gliserin sebanyak 100 mililiter digunakan untuk pelembut kulit, hidrogen peroksida (H²O²) sebanyak 200 mililiter, ekstrak Aloe vera sebanyak 100 mililiter serta bahan opsional vitamin E sebanyak 50 mililiter untuk kelembaban kulit.

Semua bahan dicampur dalam wadah yang steril sesuai dengan urutan alkohol terlebih dahulu, kemudian aquades, lalu gliserin, selanjutnya hidrogen peroksida (H²O²), kemudian ekstrak Aloe vera, dan vitamin E sebagai bahan opsional kemudian diaduk secara merata selama tiga menit.

Baca juga :  Al Qalam Edisi 4 Hadir Versi Online?

 

Setelah semua tercampur dapat ditempatkan pada wadah yang lebih kecil supaya mudah digunakan. Larutan hand sanitizer didistribusikan untuk setiap asrama Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang. Pemakaian hand sanitizer dilakukan setelah bersentuhan dengan benda mati atau makhluk hidup. Virus corona akan bertahan pada suhu normal dan tidak akan berkembang biak pada suhu yang panas. Penggunaan hand sanitizer sangat mendukung sekali pada kondisi gawat darurat yang disebabkan oleh COVID-19 di Indonesia.

“Kita lihat di negara maju seperti di Italia, orang-orang bisa terkena virus Corona gara-gara penyebaran dari uang. Italia menjadi negara yang mengalami wabah virus Corona terbesar diluar Asia. Hal ini membuktikan bahwa benda mati dapat menjadi perantara peyebaran virus Corona dengan suhu lingkungan yang mendukung virus ini tetap tumbuh dan berkembang biak,” ucap guru keterampilan kimia rumah tangga Ponpes Darul Falah Besongo ini.

 

 

Reporter: Taufiq Abdillah

Editor: Andre Wijaya

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: