Besongo: Penyemprotan Disinfektan Sebagai Ikhtiar Fisik Mencegah COVID-19

Proses penyemprotan disinfektan diasrama santri yang dipandu langsung oleh Prof. KH Imam Taufiq
Proses penyemprotan disinfektan diasrama santri yang dipandu langsung oleh Prof. KH Imam Taufiq

Be-songo.or.id – Jumat, 20 Maret 2020 pukul 08:00 WIB. Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang lakukan penyemprotan disinfektan sebagai upaya pencegah penyebaran Virus Corona atau COVID-19. Merupakan instruksi dari pengasuh pondok, Abah Imam Taufik yang juga Rektor UIN Walisongo Semarang dan Umi Arikhah. Kegiatan tersebut sebagai ikhtiar fisik kita dalam melawan Virus Corona.

COVID-19 atau sering disebut Virus Corona adalah wabah penyakit asal Wuhan yang dapat ditularkan melalui kontak manusia atau hewan. Penyebaran virus yang sangat simple dan mudah menjadi hal dalam upaya meningkatkaan awareness (kesadaran) kita semua untuk lebih semaksimal mungkin dalam menjaga kondisi, stamina dan daya tahan tubuh. Karena pada dasarnya suatu virus itu dapat berkembang dalam tubuh manusia apabila virus tersebut cocok dengan inangnya. Karena diluar tubuh virus itu terdapat envelope (amplop/pelindung) namun ada juga yang tidak. Namun biasanya suatu virus tersebut dapat menembus dan menyebarkan DNAnya dan dapat berkembang biak didalam tubuh manusia apabila telah cocok dengan inangnya. Teori lock and key merupakan proses si virus agar bisa menempel pada inang.

Pondok Pesantren Darul Falah Besongo juga telah menerapkan beberapa hal yang dapat mencegah perkembangbiakan virus tersebut, diantaranya diberlakukannya sistem karantina bagi seluruh santri, penggantian model pembelajaran dan pengajian kitab melalui media online (social media) dan selalu menggunakan hand sanitizer ketika akan memasuki asrama.

Pengasuh Pondok Pesantren, Umi Arikhah pun berpesan bahwasannya Virus COVID-19 tersebut merupakan pandemi yang dapat menular dengan mudahnya. Bangsa eropa dapat menjadi contoh bagi kita semua. “Kita harus ikut membantu pemerintah dalam pencegahan penularan COVID-19 ini dengan cara merealisasikan program pemerintah seperti ‘social distancing’ dan ‘lockdown’ serta selalu menjaga kebersihan dan menjaga daya tahan tubuh,” tutur Umi Arikhah.

Baca juga :  Pengurus Asrama B17 (Putra) Gelar Evaluasi Perdana

Kegiatan penyemprotan disinfektan dilakukan oleh para santri Ponpes Darul Falah Besongo sendiri. Harapan dari diadakannya kegiatan tersebut adalah upaya untuk mengikis jumlah pasien Virus Corona yang semakin hari semakin bertambah, melihat wilayah Semarang sudah termasuk wilayah Red zone (zona bahaya). Maka upaya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan Virus COVID-19 menjadi hal yang penting.

Adapun respon dari salah satu santri sekaligus Pengurus Pondok dalam menanggapi penyemprotan disinfektan, “Saya merasa senang dan lebih aman, bahwasannya hal tersebut merupakan bentuk perhatian pengasuh terhadap para santrinya dan dalam rangka mencegah penyebaran Virus COVID-19,” ujar Minhatus Saniyah.

Reporter: Ulfa Choironi

Editor: Andre Wijaya

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: