Don’t Insecure, Be Confident…!

Sumber: ainy-fauziyah.com
Sumber: ainy-fauziyah.com

(Oleh: Octavina Indriyanti)*

Be-songo.or.id – Insecure dewasa ini menjadi suatu permasalahan tersendiri dalam jiwa dan mental seseorang, terutama kaum milenial yang gampang minder dan merendahkan diri hingga tidak percaya diri. Pertama-tama kita perlu mengenal apa sih insecure itu,  kemudian sebab dan akibatnya lalu yang terakhir adalah cara mengatasinya. Menurut psikologi, insecure merupakan sebuah upaya dari adanya emosi yang terjadi apabila kita menilai diri kita menjadi seorang inferior dari orang lain. Kemudian mengenai suatu aspek tertentu yang terjadi didalam kehidupan kita yang bisa kita anggap sebagai kehidupan yang relevan, serta hal-hal yang menjadi penilaian dapat menimbulkan valensi negative didalam perasaan yang kita miliki.

Insecure juga dapat kita artikan perasaan tidak aman yang biasanya timbul tanpa disadari oleh individu. Namun gejala indikasinya mudah sekali diketahui. Hal ini wajar dirasakan oleh manusia, karena manusia cenderung kurang bisa menyadari kelebihannya sendiri dibandingkan orang lain.

Perasaan insecure ini dipicu oleh rasa tidak puas dan tidak yakin dengan kapabilitas diri. Pada akhirnya rasa insecure ini membuat kita menciptakan topeng untuk menyembunyikan sisi lain kita agar tidak terlihat oleh orang lain. Mengharap bisa membuat kita tampak hebat dimata yang lain.

Berbicara tentang potensi diri, apa yang kalian pikirkan? Sebenarnya apa sih potensi diri itu? Mengapa penting? Sebenarnya kata potensi itu merupakan kemampuan diri, sedangkan potensi diri maksudnya adalah kemampuan diri sendiri, yang tentunya jarang terlihat sepenuhnya oleh seseorang. Penting bagi kita mengenal potensi diri, karena potensi diri adalah komponen utama, potensi diri adalah cara mengukur sampai mana kemampuan seseorang, sebagai arah untuk mengetahui apasih bakat dan minat yang bisa dikembangkan. Semakin dalam menggali potensi diri, semakin dalam pula kita mengenal diri. Dan itu akan memudahkan untuk mengetahui dimana minat, bakat serta kemampuan kita akan sesuatu hal.

Mudahnya seseorang untuk membagikan segala bentuk aktivitas dan momen kepada seluruh orang di dunia juga menjadi cikal bakal rasa insecure itu sendiri. Kebanyakan orang yang kita lihat dalam dunia maya, dengan mudahnya mampu membuat diri merasa iri, minder, tidak percaya diri, benci, iri, bahkan mencari-cari kelemahannya lalu mulailah kita dalam membanding-bandingkan apa yang kita miliki dengan apa yang orang lain miliki. Biasanya pada tahapan ini, secara tidak langsung kita akan berubah menjadi seorang psycho-stalker, dimana dengan berbagai cara berusaha untuk mengetahui kehidupannya, siapa sajakah orang-orang di sekitarnya, bagaimana perilakunya, apa saja yang dimilikinya dan hal-hal lain yang dapat menjawab rasa keingintahuan mengenai orang tersebut. Hanya dari sebuah foto atau video hasil dari kegiatan stalker, jadikan seseorang memiliki opini tersendiri mengenai hidup orang lain, yang notabennya pun belum tentu benar. Daripada sibuk menerka-nerka suatu hal yang belum pasti. Lebih baik kembali mengurus hidup pribadi dan menyiasati masa depan atau planning beberapa tahun lagi mengingat usia yang akan semakin tua, tentu akan lebih memiliki banyak pencapaian positif atas mimpi-mimpinya. Bukan malah menyesal karena masa muda dihabiskan dengan kegiatan stalking yang sebetulnya tidak memberikan banyak manfaat untuk hidup dan masa depan kita.

Baca juga :  Membaca Al-Qur’an, Kitab Tanda Abad Milenial

Banyak hal yang dapat dilakukan untuk sedikit mengurangi sifat insecure pada diri, salah satunya yang bisa dibilang paling ampuh adalah dengan berfikir untuk melakukan hal diluar kotak (zona nyaman). Berpikir di luar kotak adalah cara berpikir di luar batasan masalah yang ada ataupun cara berpikir dengan menggunakan perspektif yang baru. Dalam definisi yang lebih luas, berpikir di luar kotak dideskripsikan sebagai suatu cara pikir baru di luar kebiasaan dari cara berpikir yang sebelumnya, Pada intinya, berpikir di luar kotak berarti berani untuk berpikir lebih jauh, tidak terfokus hanya pada apa yang dihadapi dan apa yang biasanya dipikirkan. Tetapi untuk bisa berfikir lebih jauh dari kemampuan dan kebiasaan orang-orang pada umumnya.

Diakui atau tidak, pikiran yang dibiarkan menganggur akan cenderung menyerap hal-hal bersifat negatif. Jika dibiarkan, pikiran akan melayang ke tempat-tempat yang menawarkan kesedihan atau pesimistis. Akibat selanjutnya adalah timbulnya reaksi berantai yang berupa rasa sakit dan kepedihan di dalam hati. Oleh karenanya, jangan biarkan pikiran berkeliaran semaunya tanpa adanya kontrol. Praktisnya, gunakan hanya untuk berpikir pada hal-hal yang bermanfaat atau berpikirlah tentang segala sesuatu dari sisi positifnya.

Di muka bumi, semua makhluk memiliki kelemahan. Dan setiap manusia pasti mempunyai kelemahan, dan hal ini sering kita dengar dengan istilah “Tidak ada manusia yang sempurna”. Kelemahan manusia yang paling mendasar yaitu tempatnya salah dan juga lupa. Seperti yang sudah tercantum dalam hadits yang sudah masyhur yaitu اَلْاِنْسَانُ مَحَلُّ الْخَطَاءِ وَالنِّسْيَانِ Yang artinya : Manusia adalah tempatnya salah dan lupa . Namun, di satu sisi itu bukan berarti bahwa kita harus menerima kelemahan-kelemahan tanpa keinginan untuk berubah. Bagaimanapun, untuk mengubah kelemahan menjadi kekuatan, harus memahami bahwa proses ini adalah tentang diri sendiri, tentang keberanian untuk mengubah hidup, dan disiplin diri untuk mengubah keinginan menjadi tindakan-tindakan yang nyata. Karena kita yang menentukan keberuntungan bagi diri sendiri untuk membuat perubahan dan membangun masa depan yang lebih baik. Seperti firman Allah SWT yang berbunyi, “Allah tidak akan merubah suatu kaum selama kaum tersebut tidak mau merubahnya.” (QS. Ar-Ra’d/13 : 11).

Jadi mulai dari sekarang bangunlah kepercayaan diri, mulailah menghargai diri sendiri dan anggap diri anda istimewa, tapi jangan terlalu berlebihan. Maka anda akan merasa yakin terhadap teman, pasangan dan keluarga. Jangan terlalu bergantung pada orang lain, coba beri waktu luang pada mereka maka mereka akan merasa lebih leluasa dan merasa tidak terkengkang. Jangan biarkan perasaan negatif menghantui diri, kuncinya harus selalu berpikir positif, energik dan yakin.

“People only eclipse your sun because they’re jealous of your daylight and tired of their dark, starless nights.” (Orang insecure hanyalah gerhana bagi mataharimu karena mereka iri dengan siang harimu dan lelah dengan kegelapan mereka, malam-malam tanpa bintang) – Shannon L. Alder.

*Mahasiswi Pendidikan Kimia UIN Walisongo Semarang dan Mahasantri Darul Falah Besongo Semarang.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: