Tepo Sliro Ganjar Pranowo bersama Santri Darul Falah Besongo

Doa bersama yang dipimpin oleh Ketua MUI Jawa Tengah (Ahmad Darodji) sebagai penutup kunjungan di Pesantren Darul Falah Besongo Semarang
Doa bersama yang dipimpin oleh Ketua MUI Jawa Tengah (Ahmad Darodji) sebagai penutup kunjungan di Pesantren Darul Falah Besongo Semarang

Be-songo.or.id – Selasa (19/05). Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, bersama Ketua MUI Jawa Tengah, Ahmad Darodji, menyambangi santri Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang yang tidak pulang sebagai bentuk tepo sliro, saling asih dan asuh. Kunjungan dilaksanakan di aula asrama B9, perum Bank Niaga, Tambakaji, Ngaliyan, Semarang dan disambut hangat oleh pengasuh dan warga sekitar, namun tetap meperhatikan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan memakai hand sanitizer.

Diawali sambutan Ketua MUI Jawa Tengah, memotivas santri untuk tidak putus asa dalam segala hal terutama menghadapi tantangan Covid-19 ini dan tetap semangat belajar dan mengaji karena menjadi mahasiswa tidak hanya pintar keilmuan akademik saja namun, harus memahami keilmuan agama untuk bekal menjadi pemimpin masa depan Indonesia.
“Kita semua jangan pernah putus asa dalam segala hal dan kondisi apapun, ini merupakan kunci untuk keberhasilan kita. Menjadi mahasiswa harus memiliki bekal tidak hanya keilmuan akademik namun juga harus memamahami dan menguasai keilmuan agama untuk bekal menjadi pemimpin masa depan negeri ini,” ucap Ahmad Darodji.

Dalam kunjungan ini, Ganjar memastikan kondisi santri yang tidak pulang aman dan sehat dan memberikan bantuan sembako dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah serta menghimbau agar tetap stay dipondok, tetap belajar dan mengaji. Ganjar juga membeli kaos sablon karya santri Besongo yang bertuliskan “Senajan Physical Distancing, Karo Pengeran Kudu Tetep Eling”.

Pada sambutannya, Ganjar memotivasi dan memberi semangat bagi santri-santri yang tidak mudik, “Cinta negara itu bagian dari iman. Wujudnya apa cinta negara itu, tidak mudik itu cinta negara, tidak mudik itu bela negara, tidak mudik itu patriotisme yang bisa ditunjukkan dalam sikap yg nyata.” Tegas gubernur Jawa Tengah.

Baca juga :  Silang Pendapat Makna Radikalisme

Berdasar informasi dari Biro Kesra Kemenag dan Baznas Jawa Tengah, Sebanyak 23.914 santri dari 400 pondok pesantren Di Jawa Tengah tidak melakukan mudik lebaran dan tetap stay di pondok, termasuk 25 santri Pondok pesantren Darul Falah Besongo Semarang. Pengasuh pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang, Abah Imam Taufiq, sejak awal masa pandemi Covid-19, memberikan dua opsi bagi santrinya, pulang kampung dan tidak kembali sampai kondisi membaik atau tetap tinggal di pondok untuk mengaji seperti biasanya.

“Sejak akhir Maret, ketika diumumkan pemerintah akan ada lockdown, kita sudah memberikan dua hal pilihan kepada santri, pertama silakan pulang dan tidak kembali lagi ke pondok sampai ada informasi berikutnya dari Pengasuh, kedua santri yang tetap di pondok tidak pulang dan tetap mengaji”. Ujar rektor UIN Walisongo Semarang.

Salah satu santri Darul Falah Besongo asal Tegal, Faqih Madani, mengapresiasi atas kunjungan ini. Bagi nya, bantuan yang diberikan sangat bermanfaat untuk mengurangi pengeluaran kebutuhan pokok santri.
“Terimakasih atas kunjungan ke ponpes Darul Falah Besongo, bantuan yang diberikan sangat bermanfaat untuk mengurangi pengeluaran kebutuhuan pokok satri. Kesan khusus buat Pak Ganjar, ternyata bapak bisa bercanda juga sehingga pertemuan menjadi seru dan asyik, saya juga mengikuti bapak di sosial media”. Ungkap mahasiswa psikologi UIN Walisongo Semarang.

Reporter : Taufiq Abdillah
Editor : Aulia Rizal Firmansyah

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: