Santri & Covid-19

Santri & Covid-19
Santri & Covid-19

 

(Oleh: Ulis Syifa’ Muhammadun)*

Be-songo.or.id – Pada bulan Desember lalu, dunia di hebohkan oleh penemuan Virus Corona jenis baru di China. Kemudian dilansir dari Suara.com, pada hasil penelitian yang dilakukan di Wuhan, virus yang juga disebut Sars-Cov-2 ini, menunjukkan bahwa virus ini muncul pertama kali di bulan November 2019. Jenis baru dari Virus Corona ini, awalnya diperkirakan dari hewan yang dijual di sekitar pasar Wuhan, ibu kota Hubei, China. Oleh sejumlah peneliti, bahwa dari hasil penelitian, virus ini adalah evolusi di keadaan pantogen melalui seleksi alam di inang non manusia, kemudian baru menjangkiti manusia. Hal ini di ambil dari keadaan seperti penyebaran Virus SARS & MERS. Virus ini kemudian menyebar dengan cepat di dunia di lebih dari 29 Negara dan dinyatakan sebagai penyakit Global/Pandemi oleh WHO.

Di Indonesia sendiri, virus ini pertama kali muncul pada 2 Maret 2020, di Depok Jawa Barat, oleh seorang Turis asal Jepang dan 2 orang penari. Kemudian sampai April 2020 ini telah di ditemukan kasus positif sebanyak 5.923 kasus positif, 607 orang diyatakan sembuh dan 520 orang meninggal dunia. Kemudian pemerintah memberi himbauan untuk menjaga jarak, pembatasan sosial, himbauan bekerja dari rumah, merumahkan anak didik dari lembaga pendidikan dari bawah sampai perguruan tinggi, bahkan pesantren-pesantren.

Hal ini tentunya mempengaruhi seluruh aspek sendi kehidupan, terutama di Nusantara ini yang kental akan kultur sosialnya. Salah satu kultur bangsa yang terdampak adalah pesantren, sebuah lembaga pendidikan islam yang merupakan lembaga pendidikan berbasis agama Islam khas Nusantara. Beberapa pesantren sempat mengkarantina, santrinya selama 2 minggu dan kemudian memulangkan santrinya dengan protokol yang telah ditetapkan dan diawasi pihak terkait.

Pondok-pondok pesantren menyikapi adanya pandemi Covid-19 dengan kewaspadaan penuh dengan menerapkan aturan-aturan tertentu seperti menerapakan larangan pulang bagi santri yang berasal dari luar pulau, melarang sambangan, mengadakan ngaji secara virtual/daring/online, meniadakan posonan, dan lain-lain. Ikhtiyar para santri dalam menghadapi Covid-19 ini dilakukan dengan cara yang berbeda-beda dan sungguh-sungguh. Diantaranya baik sebelum maupun sesudah pulang, para santri diajak oleh pengasuh-pengasuh untuk melaksanakan istighosah dan khataman mandiri, kemudian diadakan wirid-wirid dalam rangka washilah untuk taqorrub ilallah agar dijauhkan dari segala bala’ khususnya Covid-19 ini. Selain itu, Bahkan beberapa pesantren seperti Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang yang kemarin Mengadakan pembuatan Hand sanitizer secara mandiri, Pondok pesantren Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Kudus, mengadakan pembuatan hand sanitizer dengan bacaan shalawat thibbil qulub. hal ini dilakukan para santri dalam rangka menghadapi pandemic Covid-19 ini secara lahir batin.

Baca juga :  Besongo: Program Budikdamber 2020

Para santri yang di rumah pun dihimbau untuk juga melakukan pembinaan kepada masyarakat didaerahnya unutuk menanggulangi persebaran Covid-19 ini sesuai kemampuannya masing-masing, karena sebenarnya peran santri adalah sebagai agen sosial dalam bermasyarakat.

Dalam acara beberapa waktu lalu yang dilangsungkan oleh organisasi muslim terbesar didunia, Nahdlatul Ulama’, yang bertajuk Do’a bersama dan Pertaubatan global, KH. Ubaidillah Shadaqah menyampaikan bahwa, “Kita sedang di ingatkan oleh Allah mengenai wahdaniyyatnya, dan kita harus senantiasa bertabarruk dan muqorobah kepada Allah karena tidak ada yang memberikan penyelesaian dan penyembuhan Virus Corona kecuali Allah”.

Walaupun begitu, kita sebagai santri harus tetap ingat bahwa dalam Q.S Al-Baqarah Allah berfirman, “Allah tidak akan membebani seseorang, melainkan sesuai dengan kesanggupannya”. Dan dalam kitab Hikam, Ibn Atha’illah As-Sakandary mengatakan, ”Ujian bermacam-macam itu sebenarnya adalah haqiqat dari baynyaknya hikmah yang diberikan”.

*Juara 3 Lomba Artikel Akhirusanah 2020 (Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Walisongo Semarang & Mahasantri Darul Falah Besongo Semarang)

 

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: